Minggu, 22 Juli 2018 04:20:05 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 157
Total pengunjung : 407383
Hits hari ini : 2425
Total hits : 3715364
Pengunjung Online : 3
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Kamu Akan Kujadikan Penjala Manusia (bagian 2)
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Kamis, 14 Agustus 2014 07:54:10
Kamu Akan Kujadikan Penjala Manusia (bagian 2)

Kemarin kita sudah mendengar, bahwa untuk menentukan keberhasilan adalah panggilan. Disini TUHAN memanggil empat orang itulah Petrus, Andreas juga Yakobus dan Yohanes. Jadi, yang dibutuhkan di dalam tahbisan adalah panggilan dan penyerahan hidup.

Inilah tentang tentang penjala ikan dan penjala manusia; itu sebabnya kalau kita beribadah dan melayani jangan hanya untuk memenuhi kebutuhan daging atau mencari perkara perkara daging, sebab itu berarti kita nanti akan menjadi pemakan/pemangsa manusia seperti ikan ditangkap, dimakan, dan juga untuk dijual.

Saudara,kalau kita melayani TUHAN hanya untuk memenuhi kebutuhan daging ini, hanya untuk mencari perkara daging, uang, kedudukan, dan juga mungkin untuk mencari jodoh dan lain sebagainya, maka kita akan menjadi pemangsa manusia, penjual manusia. Kalau di dunia, berjualan ikan itu wajar, tetapi kalau menjadi penjual manusia/pemangsa manusia seperti Yudas yang sudah terjadi, ia menjual YESUS. Ia melayani tetapi hanya untuk mencari kebutuhan daging, pada akhirnya ia menjual YESUS. Itu sebabnya kita harus berhati-hati.

Matius 4 : 18, 21, 22,
18. Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.
21. Dan setelah Yesus pergi dari sana, dilihat-Nya pula dua orang bersaudara, yaitu Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, bersama ayah mereka, Zebedeus, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus memanggil mereka
22. dan mereka segera meninggalkan perahu serta ayahnya, lalu mengikuti Dia

Jadi ada lima orang, tetapi yang dipanggil oleh TUHAN hanya empat orang, itulah Petrus, Yakobus, Andreas dan Yohanes, padahal disana ada lima orang, yaitu ayah dari Yohanes dan Yakobus itulah Zebedeus yang ditinggal.

Mengapa demikian? Wahyu 4 : 6, 7,
6. Dan di hadapan takhta itu ada lautan kaca bagaikan kristal; di tengah-tengah takhta itu dan di sekelilingnya ada empat makhluk penuh dengan mata, di sebelah muka dan di sebelah belakang.
7. Adapun makhluk yang pertama sama seperti singa, dan makhluk yang kedua sama seperti anak lembu, dan makhluk yang ketiga mempunyai muka seperti muka manusia, dan makhluk yang keempat sama seperti burung nasar yang sedang terbang.

Sebab di surga ada empat makhluk yang mengelilingi Tahta Surga, dan di bumi


ada empat murid yang mengelilingi YESUS. Jadi, pelayanan YESUS di bumi ini sesuai dengan pola kerajaan surga/pola tabernakel. Untuk kita sekarang ini dipercayakan pengajaran tabernakel, Musa melihat surga lalu membuat miniatur kerajaan surga itulah tabernakel.

Jadi pelayanan YESUS di bumi sesuai dengan pola kerajaan surga atau tabernakel/pola tabernakel. Itu sebabnya pelayanan kita di bumi juga harus sesuai dengan pola kerajaan surga/pola tabernakel, supaya kita dapat mencapai Tahta Surga.

Supaya kita dapat mencapai Tahta Surga, maka kita jangan asal melayani, jangan lagi ada perkataan yang penting melayani, tidak boleh!! Seandainya saudara bekerja, apalagi semakin tinggi tingkatnya, tentu tidak dapat berprinsip yang penting saya bekerja, tidak bisa seperti itu, harus ada tuntutan-tuntutan dan juga harus benar.

Demikian juga untuk masuk surga, jangan berprinsip asalkan kita melayani, tetapi harus sesuai pola kerajaan surga, harus sesuai pola tabernakel, supaya kita dapat mencapai Tahta Surga seperti empat makhluk yang mencapai Tahta Surga. Semoga kita bisa mengerti.

Jadi empat murid di bumi = empat makhluk di surga = empat karakter dari YESUS. Tadi malam kita sudah membahas tentang Petrus, Yakobus, Yohanes dan juga Andreas.

Mereka memiliki karunia-karunia khusus seperti:
Yakobus iman atau karunia iman,

Petrus pengharapan dan kesucian dan

Yohanes itu kasih, sedangkan

Andreas ini orang yang ingin dekat kepada TUHAN sebab ia ingin mengetahui rumah TUHAN. Ini yang benar, jangan ingin mengetahui rumahnya setan, jangan!! untuk apa mempelajari neraka? apakah mau masuk neraka? Hati-hati saudaraku, sebab setiap pengajaran itu ada rohnya, kalau kita belajar tentang setan-setan, roh setan yang masuk, kalau kita belajar tentang TUHAN, maka Roh TUHAN yang masuk. Ayo biarlah kita belajar alkitab atau belajar Firman atau belajar kerajaan surga atau tabernakel saja seperti Andreas yang bertanya “dimana Engkau tinggal TUHAN?” sama dengan rindu lebih dekat mengenal Rumah TUHAN, mengenal kamar-kamarnya, itulah tabernakel. Semoga kita mengerti dan tidak terkecoh hari-hari ini.

Sekarang kita akan mempelajari tentang empat murid, empat makhluk disurga


sama dengan empat karakter YESUS, Wahyu 4 : 7, Adapun makhluk yang pertama sama seperti singa, dan makhluk yang kedua sama seperti anak lembu, dan makhluk yang ketiga mempunyai muka seperti muka manusia, dan makhluk yang keempat sama seperti burung nasar yang sedang terbang.

Inilah empat karakter YESUS yaitu:
singa ini diwakili oleh Simon Petrus. Kita ingat singa Yehuda menunjuk pada YESUS sebagai Raja ini menunjuk pada karakter YESUS sebagai Raja. Simon Petrus dia menulis tentang singa.

Bagaimana tabiat dari seorang Raja? ini banyak juga disalah artikan dengan berkata bahwa seorang raja harus kaya, harus ini, harus itu. Karena YESUS Raja, maka kita juga harus raja-raja/harus kaya. Kalau begitu, maka kasihan yang miskin dan lain-lainnya. Bukan seperti itu. Tetapi tabiat Raja ini dapat kita baca di dalam kitab, Mazmur 20 : 7, 10,
7. Sekarang aku tahu, bahwa TUHAN memberi kemenangan kepada orang yang diurapi-Nya dan menjawabnya dari sorga-Nya yang kudus dengan kemenangan yang gilang-gemilang oleh tangan kanan-Nya.
10. Ya TUHAN, berikanlah kemenangan kepada raja! Jawablah kiranya kami pada waktu kami berseru!

Ay 7, memberi kemenangan kepada orang yang diurapinya; salah satu yang diurapi adalah raja, dulu jadi raja diurapi dengan tanduk yang berisi minyak.

Jadi tabiat Raja adalah menang atas segala musuh seperti menang atas setan dengan kuasa dosa atau kuasa maut. Inilah seorang raja yang menang atas setan, menang atas dosa atau maut. Inilah raja, mau kaya, mau miskin, terserah, sebab YESUS saja miskin. Saya seringkali menerangkan, YESUS saja tidak memiliki perahu sendiri, bahkan sampai kuburan-pun YESUS tidak memiliki sendiri, tetapi YESUS memiliki tabiat Raja, bukan kaya, tetapi tabiat-Nya adalah menang atas setan atau menang atas musuh sama dengan menang atas dosa, menang atas maut, itulah raja. Semoga kita dapat mengerti.

Kalau kita menang atas dosa, hidup kita benar, maka doa akan dijawab oleh TUHAN. doa orang benar besar kuasanya. Inilah singa yang diwakili oleh Petrus. Semoga kita dapat mengerti.

Di dalam srt 1Petrus, Petrus menulis tentang singa. singa ini ada yang negatif = setan yang beredar-edar. Sedangkan Singa Yehuda = YESUS.

1 Petrus 5 : 8, Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling sama seperti singa yang mengaum-aum dan mencari orang yang dapat ditelannya.



Singa mengaum-ngaum, jadi disini pelajaran bagi kita, selembut-lembutnya suara setan = singa yang mengaum. Selembutnya suara setan itu membawa manusia kepada dosa sampai puncaknya dosa yaitu dosa makan minum dan dosa kawin mengawinkan. Sekeras-kerasnya suara Firman ALLAH membawa kita kepada kebenaran dan kesucian, dan ini yang harus ditekankan di dalam hati.

Singa ini mengaum suaranya dan menelan untuk membinasakan kita atau membinasakan anak-anak TUHAN, membinasakan hamba-hamba TUHAN. Itu sebabnya kita harus berhati-hati.

Bagaimana cara menghadapi singa atau setan?
cara menghadapi singa atau setan yaitu lewat penggembalaan yang benar, Saya selalu menerangkan, bahwa penggembalaan yang benar adalah seperti carang melekat kepada Pokok Anggur yang Benar.

Arti dari carang yang melekat pada Pokok:
Ada pokoknya = kita tergembala pada pengajaran yang benar, Pokok yang Benar adalah Pribadi YESUS

Kemudian carang melekat = setia, tekun artinya ketekunan dan kesetiaan dalam kandang penggembalaan/ruangan suci = ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok. Jadi selalu diulang-ulang untuk menekankan kita supaya kita dapat sungguh-sungguh melawan singa itu hanya lewat penggembalaan yang benar.

Di dalam kandang ada tiga macam alat yaitu:
Pelita Emas : ketekunan dalam ibadah raya.

Meja Roti : ketekunan dalam ibadah pendalaman Alkitab, perjamuan suci.

Medzbah Dupa : ketekunan dalam ibadah doa penyembahan.
Inilah ketekunan dalam kandang penggembalaan/dalam tiga macam ibadah pokok, dan ini mutlak harus ada yaitu:
ada Firman penggembalaan

ada Firman pengajaran yang benar, dan juga

ada kandang yang benar

Kalau domba menjadi semakin besar, maka domba itu menjadi semakin tidak mampu melawan singa. Itu sebabnya di dalam sistim penggembalaan, maka Gembala yang berperang melawan singa = Gembala Agung bersama dengan manusia yang dipercayakan oleh TUHAN berperang melawan singa.

Semakin gemuk maka domba itu semakin tidak dapat lari, semakin diberkati semakin kalah melawan singa. Yang menang melawan singa adalah Gembala Agung/YESUS bersama dengan gembala manusia; itu sebabnya gembala manusia harus ada di kandang. Saya datang jauh-jauh dari Malang, ini merupakan satu bentuk tanggung jawab untuk melawan singa sebab domba tidak dapat melawan singa. Hanya Gembala Agung dan gembala manusia lewat doa penyahutan bisa berperang dan mengalahkan singa.

1 Petrus 5 : 9, Lawanlah dia dengan iman yang teguh, sebab kamu tahu, bahwa semua saudaramu di seluruh dunia menanggung penderitaan yang sama.

Yang kedua, singa dilawan lewat iman yang teguh. Kalau bimbang, kita akan ditelan oleh singa.

Jika hati kita bimbang terhadap:
pengajaran yang benar, sehingga ditanya jawabkan, diperdebatkan kuasa TUHAN itu, apakah TUHAN dapat menolong atau tidak? maka kita akan ditelan oleh singa = gugur dari iman. Harus dilawan dengan iman yang teguh.

Jadi pengajaran yang benar ini, hanya untuk didengar dan kita dengar-dengaran, jangan diperdebatkan, jangan di untuk tanya jawab dan lain-lainnya, jangan!! Sebab nanti akan banyak yang meragukan dan juga akan membimbangkan sehingga betul-betul ditelan. Semoga kita dapat mengerti.

Kita bersyukur dengan sistem penggembalaan, boleh ada konseling, ada tanya jawab tetapi hanya sedikit sekali, sebab semua yang kita harapkan/tanyakan sudah dijawab oleh Firman dan ini lebih bagus, daripada saya yang menjawab. Seperti kemarin ada seorang suami yang datang dan berkata begini dan begitu sehingga perasaan saya dapat terpengaruh; jadi lebih baik jika Firman yang menjawab. Tetapi kalau tanya jawab dan ini bukan berarti tidak boleh, silahkan saja! Tetapi lebih cenderung jika Firman yang menjawab, sebab kalau tanya jawab dan lain-lain, nanti dapat menjadi bimbang dan akan ditelan oleh singa.

Supaya iman menjadi teguh, maka penggembalaan adalah tempat untuk memantapkan iman sampai kita memiliki iman yang teguh, bahkan iman yang sempurna dan ini yang dapat mengalahkan setan. Penggembalaan adalah tempat untuk kita memantapkan iman, sehingga kita memiliki iman yang teguh sampai iman yang sempurna, yang mengalahkan setan, kita tidak pernah dikalahkan, dan juga tidak dapat digoyahkan.

Inilah empat makhluk disurga seperti muka singa, dan di bumi menunjuk pada Petrus = menunjuk tabiat YESUS sebagai Raja. Semoga kita dapat mengerti.

1 Petrus 5 : 6, Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang
kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.

Merendahkan diri, inilah cara kita menghadapi setan dengan merendahkan diri.

Apa yang dimaksud dengan rendah hati/merendahkan diri? kemampuan untuk mengaku dosa = cara untuk mengalahkan setan. Setan ini berkuasa atas dosa/ maut, itu sebabnya kita merendahkan diri/rendah hati yaitu kemampuan untuk mengaku dosa kepada TUHAN dan kepada sesama dan jika diampuni jangan berbuat dosa lagi. Pasangan dari rendah hati adalah lemah lembut dan lemah lembut ini adalah kemampuan untuk mengampuni dosa orang lain dan melupakannya.

Jika dosa sudah diselesaikan maka kita bisa hidup di dalam kebenaran, dan kebenaran itu mengalahkan setan. Sebab setan tidak pernah benar, itu sebabnya kita tidak perlu takut dengan santet, kita cukup hidup benar, maka santet itu tidak mungkin akan masuk. Semoga kita dapat mengerti.

Ketika saya menunggu pesawat di ruang tunggu eksekutif, saya berbicara dengan seseorang yang menganut agama lain. Dia berkata, bapak seorang pendeta? kalau orang Kristen itu tidak mempan disantet pak. Begitulah pengakuannya dan mengatakan bahwa saya ini sakti. Bukan sakti, tetapi benar. Sebab saat kita tidak benar, maka setan akan masuk. Sebab Benar itu = TUHAN.

Jika dosa diakui dan dosa diselesaikan = kita hidup dalam kebenaran = mengalahkan setan dan kita akan diberkati dan diberkati oleh TUHAN. Setan tidak dapat menembus.
Mazmur 5 : 13, Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya TUHAN;
Engkau memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai.

Inilah saudaraku, kalau kita hidup di dalam kebenaran, sehingga kita menjadi orang benar, maka kita akan dipagari dengan anugerah dan berkat TUHAN. Kutukan, ilmu hitam dlsbnya tidak dapat masuk, jangankan ilmunya setan, hukuman TUHAN saja tidak dapat masuk.

Itu sebabnya saya selalu mengatakan supaya pikiran kita jangan sampai kosong; mungkin dalam pencobaan, kita harus berhati-hati supaya kita tetap hidup benar, sebab kalau kita menghadapi pencobaan yang berat, kemudian pikiran terus melayang-layang, maka roh setan dapat masuk.

Kalau hidup benar =
pikiran menjadi benar

hati menjadi benar,

pandangan menjadi benar, semua menjadi benar, maka kita akan dipagari


dengan berkat dan anugerah TUHAN, sehingga setan tidak dapat mengalahkan kita = kita menang atas setan. Semoga kita dapat mengerti.

Ini muka singa, yang diwakili oleh Petrus, kalau dikenakan sebagai Pribadi YESUS, maka sifat/tabiat YESUS sebagai Raja. Mari, kita juga memiliki tabiat sebagai Raja yaitu kita menang atas dosa/menang atas setan = kita tergembala.

Kemudian kita memiliki iman yang teguh, jangan bimbang sedikitpun pada Firman, dan pada kuasa TUHAN. Kemudian kita betul-betul rendah hati, dan lemah lembut, ini sudah cukup. Kalau kita menang atas setan, maka nanti kita akan seperti empat makhluk yang salah satunya seperti muka singa dan kita dapat sampai masuk ke tahta. Semoga kita mengerti.

lembu ini diwakili Andreas. Lembu ini bekerja membajak dan lain-lainnya, menunjuk tabiat YESUS sebagai Hamba.

Filipi 2 : 7, 8,
7. melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia.
8. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib

Ini karakter YESUS sebagai Hamba, yaitu taat dengar-dengaran sampai mati di kayu salib. Dan sekarang untuk kita adalah taat sampai daging tidak bersuara lagi, kalau YESUS taat sampai mati di kayu salib, kalau kita taat sampai daging tidak bersuara lagi.

Ada contoh di dalam di alkitab dari pribadi-pribadi yang taat sampai daging tidak bersuara itulah:
Abraham yang taat sampai daging tak bersuara, TUHAN memerintahkan supaya ia menyembelih Ishak, tetapi TUHAN membela

janda Sarfat yang hanya memiliki tepung sedikit, tetapi ia harus membuat roti untuk Elia/untuk hamba TUHAN terlebih dahulu. Kalau mendengar suara daging, tentu ia akan berkata bahwa saya sendiri butuh.

Inilah pelajaran bagi seorang hamba yaitu taat sampai daging tidak bersuara. Hamba = dollos = melakukan kewajiban tanpa menuntut hak. Sampai daging tidak bersuara = hanya melakukan kewajiban tanpa hak/tidak menuntut hak.

Matius 4 : 21, 22,
21. Dan setelah Yesus pergi dari sana, dilihat-Nya pula dua orang bersaudara,
yaitu Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, bersama ayah mereka,
Zebedeus, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus memanggil


mereka
22. dan mereka segera meninggalkan perahu serta ayahnya, lalu mengikuti Dia.

Di ayat 18 sampai 20, Andreas dipanggil dari penjala ikan menjadi penjala manusia. Awalnya penjala ikan dan ikan itu untuk di dimakan, dijual sehingga mendapatkan uang; tetapi penjala manusia, diserahkan Kerajaan Surga/ diserahkan kepada TUHAN dan ini berarti mengorbankan kepentingan diri sendiri.

Jadi disini, Andreas = hamba/dollos :
Harus mengorbankan kepentingan diri sendiri/mengorbankan haknya,

Dan harus meninggalkan ayahnya dan ini berarti mengorbankan perasaannya/perasaan daging; bagaimana perasaan daging ini? mungkin perasaan gengsi untuk melayani, perasaan kasihan yang salah, atau-pun perasaan-perasaan daging yang tidak benar.Ini maksudnya perasaan daging yang salah = perasaan yang tidak sesuai Firman/yang tidak sesuai dengan Kerajaan Surga.

Tetapi kalau kita sudah mengorbankan kepentingan sendiri, mengorbankan hak, mengorbankan perasaan daging yang tidak benar, pasti kita dapat taat dengar-dengaran sampai daging tak bersuara lagi. Tapi kalau kita mempertahankan egois, mempertahankan hak, mempertahankan perasaan pasti memberontak, pasti tidak bisa taat, tidak dengar-dengaran. Semoga kita bisa mengerti.

Dan kita jangan kuatir, apa yang kita korbankan tidak hilang semuanya/hak kita
tidak hilang, TUHAN tidak pernah menipu kita, apa yang kita korbankan seperti waktu, tenaga, pikiran, uang yang kita korbankan tidak hilang, seperti Abraham yang berani, biarpun Ishak disembelih, TUHAN mampu membangkitkan dia.

Yesaya 49 : 1 - 4,
1. Dengarkanlah aku, hai pulau-pulau, perhatikanlah, hai bangsa-bangsa yang jauh! TUHAN telah memanggil aku sejak dari kandungan telah menyebut namaku sejak dari perut ibuku.
2. Ia telah membuat mulutku sebagai pedang yang tajam dan membuat aku berlindung dalam naungan tangan-Nya. Ia telah membuat aku menjadi anak panah yang runcing dan menyembunyikan aku dalam tabung panah-Nya.
3. Ia berfirman kepadaku: "Engkau adalah hamba-Ku, Israel, dan olehmu Aku akan menyatakan keagungan-Ku."
4. Tetapi aku berkata: "Aku telah bersusah-susah dengan percuma, dan telah
menghabiskan kekuatanku dengan sia-sia dan tak berguna; namun, hakku terjamin pada TUHAN dan upahku pada Allahku."



Ini mulut dipakai sebagai pedang, kalau pedang itu untuk jarak dekat; sedangkan anak panah, dipakai untuk jarak jauh yang dipakai oleh TUHAN. Kita dipakai sebagai pedang/untuk jarak dekat, kalau anak panah untuk jarak jauh, dipakai jarak jauh/jarak dekat  silahkan!! itu tergantung gerakan TUHAN.

Kita banyak berkorban, untuk jarak dekat/dipakai di penggembalaan di sini mau-pun untuk jarak jauh, semuanya harus ada pengorbanan. Tetapi kalau itu adalah gerakan dari TUHAN, kita tidak perlu takut, yang penting kita mengagungkan TUHAN/pelayan dengan pelayanan yang mengagungkan TUHAN/dalam tanda ketaatan, taat dengar-dengaran lewat pengorbanan-pengorbanan.

Sekali-pun kemampuan kita kecil/tidak seberapa, tetapi kalau kita taat dengar-dengaran, maka kita dapat mengagungkan TUHAN. Jangan memalukan dan memilukan TUHAN. Sebab kalau kita tidak taat = memalukan dan memilukan TUHAN.

Sekali-pun aku bernubuat, aku mengusir setan, aku mengadakan mujizat, tetapi TUHAN katakana, enyahlah!! Sebab kita memalukan dan memilukan TUHAN.

Hasilnya,
hak dan upah kita berada di dalam Tangan TUHAN = hak dan upah kita tidak hilang, sebab berada di dalam Tangan TUHAN = terjamin dalam Tangan TUHAN yang tidak dapat diserobot. Permisi, istilah tidak dapat diserobot = tidak dapat diperkosa oleh siapapun, sampai setan pun tidak dapat menyerobot = aman/terjamin di dalam Tangan TUHAN. Hak kita tidak dapat diganggu gugat oleh apapun juga, setan pun tidak dapat mengganggu gugat baik untuk hidup sekarang sampai hak dan upah untuk hidup kekal di surga = kita mendapatkan dobel.

Inilah muka lembu/Andreas. Andreas, dia sedang sibuk dan lain-lain, sehingga harus berkorban seperti berkorban waktu, korban perasaan daging, tetapi kalau TUHAN Yang panggil, kita harus korbankan semua kepentingan diri dengan sungguh-sungguh sehingga kita dapat taat dengar-dengaran, maka hak dan upah kita berada di Tangan TUHAN. Semoga kita dapat mengerti semua.

muka manusia, empat makhluk itu bermuka seperti muka manusia, dan di bumi ini diwakili oleh Yakobus, dan ini menunjuk pada tabiat YESUS sebagai Manusia.
Tabiat YESUS sebagai Manusia adalah rela sengsara tanpa dosa,

Itu sebabnya kita harus juga sengsara daging tanpa dosa karena:
pengajaran yang benar,


karena pelayanan yang benar,

karena tahbisan yang benar

Kemarin saya mendengar seorang saudara yang pandai sebab ia sudah mencapai S3, tetapi selalu diganjal/sengsara. Sebagai seorang Kristen, ia hanya mau yang lurus saja, tidak mau dibelok-belok; kemarin suratnya diserahkan kepada saya, padahal ia berkata kepada saya bahwa semua surat-suratnya itu sudah lengkap tetapi ia selalu diganjal dengan berkata bahwa surat-surat saya belum lengkap. Karena saudara ini tidak mau dibelok-belokan, maka ia hanya tinggal sendiri.

Seperti sendiri, kita jangan berpikir banwa kita itu sendiri, sebab salah!! YESUS Seorang Diri di kayu salib, karena YESUS mempertahankan kehendak TUHAN/ taat dengar-dengaran kepada kehendak TUHAN.

Ini yang secara umum, begitu juga didalam pekerjaan surga, kalau kita mau benar, maka dikatakan bahwa kita mau benar sendiri, biarkan saja, tidak ada masalah asal TUHAN beserta kita, jangan sampai ditinggalkan oleh TUHAN. Ini yang penting! ditinggal siapapun manusia, boleh saja! Asal jangan ditinggal oleh TUHAN. TUHAN akan menolong kita semua.

Ini rela sengsara tanpa dosa karena kebenaran = semua hidup benar, dan pasti kita akan sengsara. Mengapa demikian?

2 Korintus 4 : 16, 17,
16. Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke
sehari.
17. Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.

Kita dibaharui.

Jadi saudaraku, jika kita rela sengsara daging tanpa dosa, rela sengsara daging karena pengajaran yang benar, karena tahbisan yang benar, dan juga karena YESUS, maka hasilnya:
kita tidak tawar hati, tidak kecewa ketika menghadapi apapun juga,tetapi tetap setia berkobar-kobar dalam ibadah pelayanan kepada TUHAN sampai garis akhir.

Sampai garis akhir:
sampai meninggal dunia,


sampai TUHAN YESUS datang kembali kedua kali. Semoga kita dapat mengerti.

mengalami pembaharuan/keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti YESUS/dari penjala ikan menjadi penjala manusia lewat sengsara.

Pembaharuan/keubahan hidup ini ditulis di dalam Yakobus 1 : 26, Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya.

Tanda dari keubahan hidup adalah:
mengekang lidah, mengekang lidah = manusia baru; jadi penjala manusia itu harus mengekang lidah,artinya membatasi perkataan, dengan perkataan yang benar dan baik.

Perkataan yang baik = menjadi berkat bagi orang lain.

Perkataan benar = tidak berdusta, tetapi benar sesuai Firman/sesuai TUHAN. Inilah mengekang lidah.

Di dalam surat Petrus mengatakan, kalau kita dapat menghasilkan perkataan yang baik, maka kita akan melihat hari-hari depan yang baik = semua menjadi baik. Ini tergantung perkataan, kalau kata-kata kita tidak benar, tidak baik,maka semua menjadi tidak baik/semuanya menjadi kacau balau. Ini juga menjadi pelajaran bagi saya, itu sebabnya mari berdoa kepada TUHAN agar kita biar rela sengsara daging tanpa dosa bersama YESUS = rela sengsara daging tanpa dosa karena pengajaran yang benar, karena pelayanan yang benar,karena kebenaran, supaya kita dapat dibaharui, kita tidak merasa kecewa, tidak putus asa, justru setia berkobar-kobar. Semakin ditindas, kita menjadi semakin setia berkobar-kobar,melayani TUHAN dan kita mengalami pembaharuan, mulai dengan mengekang lidah.

Yakobus 1 : 27, Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia.

mengingat orang lain yang dalam sengsara/dalam kebutuhan. Mengingat orang lain dalam kebutuhan/mengingat orang lain yang membutuhkan, baik secara jasmani dan juga secara rohani = kita memberi dan mengunjungi.
Firman yang kita terima kita saksikan, sebab orang yang tidak beribadah itu sengsara sebab ia dipenjara oleh dosa-dosa = lapar. Kita memberi dan mengunjungi kehidupan itu. Baik di dalam rumah tangga kita, mau-pun di
dalam gereja kita/di dalam penggembalaan, sampai di dalam antar penggembalaan. Semoga kita dapat mengerti.


burung nasar, diwakili oleh rsl Yohanes. Ini menunjuk pada tabiat YESUS sebagai Anak ALLAH.

Yohanes 15 : 3, Kamu memang sudah bersih karena firman yang telah Kukatakan kepadamu.

Jadi bagaimana kita dapat menjadi suci? lewat pekerjaan Firman yang di katakan oleh YESUS Sendiri = Firman yang dibukakan rahasianya/di wahyukan/di ilhamkan oleh TUHAN yaitu ayat yang satu menerangkan ayat yang lain dalam alkitab dan ini yang dapat menyucikan kita. Kalau sudah suci, pasti ada kasih. Semoga kita dapat mengerti.

1 Petrus 1 : 22, Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.

Jadi kalau kita mau disucikan, maka kita dapat memiliki kasih ALLAH Yang Besar sehingga kita dapat:
mengasihi sesama dengan tulus ikhlas, bukan kasih yang dibuat-buat

mengasihi sesama seperti diri sendiri,

sampai mengasihi musuh, dan

kita dapat mengasihi TUHAN lebih dari segala sesuatu

kita dapat menyembah TUHAN dan hanya percaya serta mempercayakan diri sepenuh kepada TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

Posisinya, seperti rasul Yohanes yang bersandar di Dada YESUS. Rasul Yohanes bersandar di Dada YESUS saat perjamuan suci. Di dalam kebaktian pendalaman alkitab yang di sertai dengan perjamuan suci, maka posisi kita bersandar di Dada YESUS Yang merupakan sumbernya Kasih = kita memiliki kasih dari Korban Kristus.

Hati-hati!!! kalau kita tidak mau disucikan dalam kebaktian pendalaman alkitab yang di sertai dengan perjamuan suci ini, maka kita dapat menjadi seperti Yudas yang kerasukan setan = terpisah dari TUHAN dan menjadi = setan. Semoga kita dapat mengerti.

Bersandar di Dada YESUS berarti kita berada di dalam pelukan Tangan kasih
untuk menantikan kedatangan YESUS Yang ke dua kali dan ini merupakan posisi
yang paling tepat. Jangan berada di luar Tangan TUHAN.


Burung nasar itu gambaran dari orang yang menanti kedatangan YESUS Yang kedua kali.

Yohanes 13 : 23, Seorang di antara murid Yesus, yaitu murid yang dikasihi-Nya, bersandar dekat kepada-Nya, di sebelah kanan-Nya.

Kita bersandar di Dada YESUS = berada dalam pelukan Tangan kasih TUHAN dan ini juga ditulis di dalam kitab Yesaya.

Yesaya 46 : 3, 4,
3. "Dengarkanlah Aku, hai kaum keturunan Yakub, hai semua orang yang masih tinggal dari keturunan Israel, hai orang-orang yang Kudukung sejak dari kandungan, hai orang-orang yang Kujunjung sejak dari rahim.
4. Sampai masa tuamu Aku tetap Dia dan sampai masa putih rambutmu Aku menggendong kamu. Aku telah melakukannya dan mau menanggung kamu terus; Aku mau memikul kamu dan menyelamatkan kamu.

Ini posisi yang paling tepat untuk menanti kedatangan TUHAN, jangan sampai terpisah dari TUHAN tetapi betul-betul berada di dalam gendongan Tangan TUHAN, sebab kalau terpisah dari TUHAN, kita akan menjadi seperti Yudas yang terhilang untuk selama-lamanya.

Mari, kita berusaha supaya kita jangan terhalang oleh apa-pun juga dan juga berdoa supaya kita jangan terpisah sedikitpun, dan memohon supaya TUHAN tetap menggendong saya.

Di dalam kebaktian pendalaman alkitab dan perjamuan suci, kita semakin dieratkan, kita semakin bersandar, dan semakin digendong dan dipeluk dengan erat oleh TUHAN.

Hasilnya, Aku menanggung kamu
TUHAN menanggung artinya mati hidup kita berada di dalam Tangan TUHAN = TUHAN bertanggung jawab atas kehidupan kita = mati hidup kita berada di dalam Tangan kasih TUHAN yang :
sanggup memelihara kehidupan kita secara ajaib

sanggup memberi masa depan yang indah = kita berbahagia,

Dia sanggup melakukan segala sesuatu yang tidak dapat kita lakukan, bahkan tidak dapat kita pikirkan.

Dia sanggup menyelesaikan segala masalah sampai yang mustahil diselesaikan.

Aku mau memikul kamu artinya Tangan kasih TUHAN sanggup

menanggung/memikul segala letih lesu beban berat kita, sehingga semua menjadi damai sejahtera, semua menjadi enak dan ringan = semua jadi tenang.
Di gendong itu = semua beban, letih lesu, beban berat ditanggung, dipikul oleh Dia/Aku mau memikul kamu = TUHAN memikul kita = Tangan kasih TUHAN sanggup menanggung semua letih lesu, beban berat kita, air mata kita sehingga semua menjadi damai sejahtera, tenang, seperti bayi dalam gendongan.

Aku mau menyelamatkan kamu Tangan kasih TUHAN bagaikan dua sayap burung nasar yang mampu menyingkirkan kita ke padang belantara/menyelamatkan kita dari antikrist selama tiga setengah tahun. Tangan kasih TUHAN mampu menyelamatkan kita dari antikrist yang berkuasa di bumi tiga setengah tahun, kita disingkirkan ke padang gurun = kita bersama dengan TUHAN/kita dipelihara dan dilindungi oleh TUHAN secara langsung di padang belantara lewat Firman pengajaran dan perjamuan suci.

Setiap hari kita makan perjamuan suci; dulu di jaman Israel, selama empat puluh tahun setiap pagi manna setiap pagi dikirim, nanti kita makan bangkai burung nasar itulah perjamuan suci/Firman pengajaran dan perjamuan suci setiap hari di padang gurun. Di padang belantara kita semua menjadi full-timer sebab tidak ada lagi yang bekerja tetapi kita semua hidup dari TUHAN yaitu dari Firman dan pejamuan suci. Semoga kita dapat mengerti.

Artinya lagi dari menyelamatkan, adalah kita selamat sampai sempurna = Tangan kasih TUHAN sanggup memandikan, meyucikan dan mengubahkan kita sampai menjadi sempurna seperti Dia = sama mulia dengan Dia dan kita akan terangkat di awan-awan bersama dengan Dia. Sampai duduk di tahta bersama Dia selamanya, seperti empat makhluk mengelilingi Tahta surga bersama dengan Dia.

Inilah pelayanan surga dan saya berbahagia, semoga kita semua dikoreksi, tidak peduli orang berkata kalau pelayanan kita kecil, yang penting, sesuai dengan pola surga sebab itu yang dapat membawa kita sampai kepada Tahta surga. Secara perlahan-lahan kita semua akan ditingkatkan oleh TUHAN, dengan mengikuti terlebih dahulu pola dari TUHAN.

Mari! Tangan kasih TUHAN menggendong kita sehingga kita menjadi tenang, kita serahkan semuanya kepada TUHAN, sebab Dia sanggup melakukan apa saja sampai dengan menyempurnakan kita. TUHAN memberkati kita semua.
(CP)

Pendeta Wijaya Hendra
GPT Kristus Kasih

dilihat : 704 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution