Minggu, 22 Juli 2018 04:16:07 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 157
Total pengunjung : 407383
Hits hari ini : 2412
Total hits : 3715351
Pengunjung Online : 4
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Ngaku dapat wahyu dari Yesus, pendeta tolak pindah kontrakan






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Kamis, 14 Agustus 2014 01:30:04
Ngaku dapat wahyu dari Yesus, pendeta tolak pindah kontrakan
Mengaku mendapat wahyu dari Tuhan Yesus, seorang pendeta di Surabaya, Jawa Timur, Yustianus menolak pindah dari rumah yang ditempatinya di Jalan Kedurus. Rumah kontrakan itu sendiri, oleh si pendeta telah dijadikan sebagai gereja sejak tahun 2001 silam.

Karena masa kontrak sudah habis sejak 2010 lalu, si pemilik rumah, Rudi Agus Budiawan meminta Pendeta Yustianus untuk segera pindah, karena rumah itu akan ditempati sendiri sebagai rumah tinggal. Namun, Yustianus menolak untuk pindah, bahkan mengaku telah mendapat wahyu dari Tuhan untuk terus menempati rumah tersebut dan tetap menjadikannya sebagai Gereja Kristen Sangkakala Indonesia.

Karena sudah memberi batas kompensasi selama empat tahun, bahkan dalam sidang perdata di Pengadilan Tinggi, dimenangkan si penggugat (pemilik rumah), Rudi-pun terpaksa melakukan penyegelan bersama Satpol PP, atas rumah yang dijadikan sebagai gereja tersebut, Rabu (13/8).

Sementara Yustianus bergeming. Meski kalah gugatan dan sudah mendapat perintah dari Peraturan Gereja-Gereja Indonesia untuk pindah tempat, Yustianus tetap bertahan di rumah tersebut. Bahkan tidak mau membayar sepeserpun sewa rumah kepada Rudi.

Sedangkan saat penyegelan dilakukan Rudi yang diback-up Satpol PP Kecamatan Karang Pilang, Kota Surabaya, Yustianus tidak mau keluar rumah dan mengunci seluruh pintu dan jendela.

Rudi bertutur, sengketa sewa-rumah itu bermula, pada tahun 1991 silam. Saat itu, orangtua Rudi menyewakan rumahnya kepada Yuliati hingga tahun 2010. Rudi sendiri mengaku tidak tahu berapa nominal sewa yang dibayar Yuliati selama 19 tahun kepada orang tuanya, kala itu.

Yang jelas, kata Rudi, rumah tersebut hanya disewakan oleh orang tuanya kepada Yuliati, bukan dijual. Namun, belum habis masa sewa, Yuliati pindah rumah pada tahun 2001 dan ditempati oleh Yustianus.

"Kemudian, rumah orang tua saya ini, dijadikan gereja oleh Yustianus sampai sekarang. Dia juga tidak mau membayar sewa rumah. Padahal masa sewanya habis pada tahun 2010 lalu," ungkap Rudi usai menyegel rumah miliknya tersebut.

Selaku ahli waris, lanjut Rudi, dirinya sempat mengajukan gugatan ke pengadilan, dan menang. Tapi tetap saja dia tidak mau pindah rumah. "Ya saya sudah bilang ke dia (Yustianus) kalau rumah yang dijadikan gereja itu, akan saya tempati sendiri untuk dipakai rumah tinggal," katanya lagi.

Untuk mempermudah permohonan agar Yustianus segera pindah rumah, Rudi mengaku siap memberi tali asih kepada si pendeta. "Tapi tetap saja nggak mau pindah, bahkan dia beralasan mendapat wahyu dari Tuhan Yesus untuk tetap bertahan di rumah milik orang tua saya," pungkas Rudi kesal.(DAP)

sumber:
http://www.merdeka.com/peristiwa/ngaku-dapat-wahyu-dari-yesus-pendeta-tolak-pindah-kontrakan.html

dilihat : 461 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution