Minggu, 16 Desember 2018 08:33:48 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 100
Total pengunjung : 450927
Hits hari ini : 648
Total hits : 4153833
Pengunjung Online : 6
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Kamu Akan Kujadikan Penjala Manusia (bagian 1)
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Kamis, 07 Agustus 2014 08:29:18
Kamu Akan Kujadikan Penjala Manusia (bagian 1)

Matius 4 : 19 Yesus berkata kepada mereka: "Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia."

Yang umum atau yang lazim didengar di dunia ini adalah penjala ikan, tetapi penjala manusia hanya ada di dalam alkitab. Penjala ikan merupakan suatu profesi atau pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia didunia, termasuk menjadi pedagang, menjadi pegawai, memiliki perkebunan, mempunyai sawah dan lain-lain, semua itu profesi, pekerjaan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia di dunia ini. Jadi ikan ditangkap untuk dimakan, sebagian juga dijual, dan mendapatkan uang untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, itu penjala ikan.

Tetapi penjala manusia, ini bukan profesi, melainkan merupakan pekerjaan TUHAN atau pekerjaan surga, bukan profesi untuk memenuhi kebutuhan hidup, tetapi tahbisan kepada TUHAN. Umpama (maafkan) kepada siswa siswi dari sekolah alkitab yang berkata daripada aku tidak bisa sekolah, tidak bisa bekerja, maka aku masuk sekolah alkitab, saudara jangan berbuat itu, sebab nanti akan menjadi profesi, hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Jadi bukan profesi untuk memenuhi kebutuhan hidup tetapi tahbisan kepada TUHAN. Itu sebabnya kita harus berhati-hati.

Jika kita melayani TUHAN hanya untuk mencari kepentingan daging, hanya untuk memenuhi kepentingan daging, seumpama melayani TUHAN untuk mendapatkan uang seperti saya yang berkhotbah, berapa yang saya dapatkan. Ada juga mungkin untuk mencari jodoh, mungkin mencari kedudukan dan lain-lain, ini seperti memakan manusia. Sebenarnya manusia ditangkap bukan untuk dimakan, tetapi untuk dimasukkan ke dalam kerajaan surga.

Tetapi kalau kita melayani TUHAN sebagai gembala, sebagai pemain musik, sebagai penyanyi, sebagai apa saja hanya untuk mencari kepentingan daging, kebutuhan sehari-hari, uang, jodoh, mencari kedudukan dan lain-lain, maka akan berbahaya sebab menjadi profesi. Jadi makan bukan makan ikan sebab kalau makan ikan itu benar, tetapi kalau makan manusia, ini begitu kejam sebab sama dengan menjadi pemangsa manusia.

Ini yang harus dikoreksi, terutama pelayanan saya dan pelayanan kita semua, kalau hanya mencari sesuatu yang di dunia, sama dengan pemakan manusia yang begitu kejam. Semoga kita dapat mengerti.

Kalau menjadi profesi, maka kebutuhan utama untuk berhasil adalah kepandaian, ada keahlian, ada pengalaman dan lain-lainnya. Tetapi kebutuhan
utama untuk berhasil sebagai penjala manusia adalah tahbisan kepada TUHAN.

Bukan kepandaian atau keahlian, bukan pengalaman tetapi panggilan TUHAN dan ini yang penting. Kita dipanggil oleh TUHAN seperti ke empat murid-murid tadi.

Inilah bedanya, kalau di dunia ini memang dibutuhkan nomor satu kepandaian, keahlian, pengalaman, itu pekerjaan di dunia, tetapi pekerjaan di ladang TUHAN atau tahbisan kepada TUHAN adalah panggilan TUHAN sebab ini yang menentukan. Semoga kita dapat mengerti.

Matius 4 : 18 – 22,
18. Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan.
19. Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.”
20. Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.
21. Dan setelah Yesus pergi dari sana, dilihat-Nya pula dua orang bersaudara, yaitu Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, bersama ayah mereka, Zebedeus, sedang membereskan jala di dalam perahu. Yesus memanggil mereka
22. dan mereka segera meninggalkan perahu serta ayahnya, lalu mengikuti Dia.

Jadi TUHAN memanggil bukan orang yang menganggur tetapi TUHAN memanggil orang-orang yang sibuk dalam pekerjaan, dan ini menunjukkan kewibawaan TUHAN sebagai Imam Besar yang mampu melepaskan kita dari segala kesibukan-kesibukan di dunia untuk dapat melayani TUHAN.

Jadi karena TUHAN memanggil bukan orang yang menganggur, maka kita jangan sampai mau menjadi seorang hamba TUHAN kalau sudah pensiun dari pekerjaan di dunia ini, sebab TUHAN memanggil bukan orang yang menganggur di dunia, tetapi orang yang sedang sibuk dalam aktivitas di dunia ini, dan ini menunjuk kewibawaan TUHAN sebagai Imam Besar yang bisa melepaskan kita dari ikatan-ikatan di dunia ini sehingga kita dapat melayani TUHAN. Semoga kita mengerti.

Dan tadi ada lima orang : Petrus, Andreas, Yohanes, Yakobus dan Zebedeus ayahnya, jadi ada lima orang disitu, tetapi YESUS hanya memanggil empat orang, mengapa terjadi demikian? Ada lima orang disana tetapi YESUS hanya memanggil empat orang, memanggil empat orang, yang satu ditinggal, ayahnya yang ditinggal, ya ayahnya yang ditinggal, mengapa begitu ? jawabannya ada di dalam kitab Wahyu.

Wahyu 4 : 6 Dan di hadapan takhta itu ada lautan kaca bagaikan kristal; di tengah-tengah takhta itu dan di sekelilingnya ada empat makhluk penuh dengan mata, di sebelah muka dan di sebelah belakang.

Sebab disurga ada empat makhluk yang mengelilingi Tahta ALLAH, di bumi ada empat murid yang mengelilingi YESUS. Jadi pelayanan YESUS di bumi sesuai dengan pola kerajaan surga atau pola tabernakel yang kita pelajari. Surga sama dengan tabernakel. Musa melihat surga di gunung Sinai, kemudian TUHAN perintahkan Musa untuk membuat tabernakel di bumi atau miniatur tabernakel. Miniatur surga di bumi itulah tabernakel atau kemah suci. Begitu juga dengan pelayanan kita di bumi juga harus sesuai dengan pola Kerajaan Surga atau pola tabernakel, bukan maunya sendiri, kasihan ayah sebab ia orang tua harus dihormati; kalau ditinggal = tidak menghormati orang tua. Tetapi kalau tidak sesuai dengan pola kerajaan surga, tidak bisa. Pelayanan kita harus sesuai surga. Semoga kita dapat mengerti.

Jadi pelayanan kita di bumi ini harus sesuai dengan pola Kerajaan surga atau pola Tabernakel, artinya:
tidak boleh dipengaruhi oleh daging dengan segala keinginan/segala hawa nafsunya

segala ambisinya,
segala perasaannya. Jadi ada lima orang, tetapi yang dipanggil hanya empat orang. Satu, yaitu ayahnya yang ditinggal, tetapi YESUS tidak peduli, (sekali-pun mungkin ada yang mengatakan bahwa tidak menghormati orang tua) sebab harus sesuai surga, artinya pelayanan kita tidak boleh dipengaruhi oleh daging dengan segala keinginannya, dengan segala hawa nafsunya, dengan segala ambisinya dan dengan perasaannya seperti sungkan, sekali-pun tidak cocok dengan surga, kita ikuti karena sungkan. Sudah tahu melanggar karena tidak cocok dengan surga, tetapi karena sungkan karena itu adalah paman saya, adik saya, kakak saya, orang tua saya padahal dia jauh dari surga, kita ikuti, sekali-pun dia keluar dari surga, kita ikuti, maka kita sendiri yang rugi.

ada juga perasaan takut,

ada perasaan kasihan, kasihan dia, tetapi salah, merasa kasihan tetapi tidak sesuai Firman.

Dan terjadi pemisahan, artinya:
pemisahan orang tua dengan anak, kakak dengan adik, mertua dengan menantu, sampai pemisahan dua orang di tampat tidur, satu diangkat, satu ketinggalan. Inilah pelayanan kerajaan surga, tidak bisa bergantung pada yang lain, tidak bisa ikut-ikutan tetapi masing-masing sendiri. Jadi tidak boleh dipengaruhi daging tetapi harus sesuai surga; kalau diluar surga jangan ikut-ikutan, tetapi kita kita mendoakan mereka agar dapat masuk ke surga atau untuk masuk pola yang benar.

Ayo kita berjuang, bukan bertengkar, tidak perlu berdebat, tetapi kita berdoa untuk mereka agar dapat masuk pola surga, kalau tidak bisa, karena mereka tetap keras, maka itu merupakan urusan dari TUHAN dan pasti terjadi pemisahan, kalau tidak bisa, tetap keras, ya terjadi pemisahan. Antara orang tua dengan anak, antara kakak dan adik, mertua dengan menantu, sampai yang

paling ngeri adalah dua orang di tempat tidur tetapi terpisah, satu terangkat satu ketinggalan.

Ini tidak bisa main-main, pelayanan kita bukan profesi yang hanya untuk mencari pujian, mencari uang, mencari kedudukan, tetapi pelayanan kita adalah tahbisan kepada TUHAN. Semoga kita bisa mengerti.

Sekarang empat murid yang dipanggil oleh TUHAN memiliki karunia-karunia khusus yaitu:
Yakobus,
Yakobus ini menulis srt Yakobus yang memuat atau yang intinya atau yang pokoknya adalah tentang iman dan perbuatan iman. Kalau masuk surga harus ada iman dan perbuatan iman.

Yakobus 2 : 14 Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia?

Ini jelas, harus memiliki iman dan perbuatan iman sebab iman tanpa perbuatan iman = iman yang mati, tidak dapat menyelamatkan kita sehingga kita tidak dapat masuk surga. Semoga kita bisa mengerti.

Jadi percaya atau iman tetapi perbuatannya bukan perbuatan iman, bahkan berbuat dosa, maka ini juga sama dengan tidak akan selamat. Itu sebabnya harus ada perbuatan iman. Inilah iman yang benar.

Sesudah imannya benar baru ada prakteknya, Roma 10 : 17, Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh Firman Kristus.

Jadi iman yang benar berasal dari mendengar, bukan melihat, iman yang benar berasal dari mendengar Firman Kristus atau Firman yang diurapi Roh Kudus atau Firman dalam urapan Roh Kudus. Ini tekanannya, biarlah saudara mendoakan saya sebagai gembala agar menyampaikan Firman dalam urapan Roh.Kudus bukan karena kekuatan, pengalaman, kepandaian, jangan. Sebab itu profesi, tetapi harus dalam urapan Roh Kudus.

Saudara-saudara mendengar Firman bukan karena saya yang sudah berpengalaman dalam pengajaran sebab sudah sekian tahun, bukan. Tetapi kita mendengarkan Firman dalam urapan Roh Kudus. Dan kalau gembala memberitakan Firman dalam urapan Roh. Kudus, jemaat mendengarkan Firman dalam urapan Roh Kudus, maka kita akan dapat mendengarkan Firman dengan baik, bisa mengerti, percaya yakin kepada Firman, sehingga Firman menjadi iman didalam hati sama dengan menjadi iman yang benar didalam hati.

Sesudah itu, kalau Firman sudah menjadi iman sehingga ada iman yang benar di


hati, kemudian dilanjutkan dengan praktek Firman itu = perbuatan iman.

Perbuatan iman adalah kebenaran, sama dengan hidup dalam kebenaran.

Inilah Yakobus yang dipanggil dan dipakai oleh TUHAN untuk menanamkan iman dan perbuatan iman supaya membawa kita ke tahta surga. Yakobus ini nanti mewakili empat makhluk, sebab empat murid yang dipanggil mula-mula memiliki kaitan dengan empat makhluk ditahta, dipakai untuk membawa kita ke tahta lewat iman dan perbuatan, sama dengamn hidup dalam kebenaran. Itu perbuatan iman, hidup dalam kebenaran.

Praktek hidup dalam kebenaran, 1 Yohanes 3 : 7, 9,
7. Anak-anakku, janganlah membiarkan seorangpun menyesatkan kamu. Barangsiapa yang berbuat kebenaran adalah benar, sama seperti Kristus adalah benar;
9. Setiap orang yang lahir dari Allah, tidak berbuat dosa lagi; sebab benih ilahi tetap ada di dalam dia dan ia tidak dapat berbuat dosa, karena ia lahir dari Allah.

tidak berbuat dosa lagi, sekalipun ada kesempatan, ada keuntungan, ada ancaman, ada risiko apapun yang harus dihadapi. Itu hidup dalam kebenaran, itu perbuatan iman sama dengan hidup dalam kebenaran.

Tidak berbuat dosa, sampai tidak dapat berbuat dosa. Ini benar seperti YESUS Benar.

TUHAN YESUS,
tidak dapat berbuat dosa, jangankan berbuat, mengenal dosa-pun tidak, dan juga

tidak dapat disesatkan, baik itu oleh ahli taurat.

tidak ada kebimbangan, inilah iman dan perbuatan iman yang akan membawa kita sampai benar seperti YESUS Benar, sehingga kita dapat mewarisi surga dan dapat sampai ke Tahta. Inilah Yakobus yang berbicara tentang iman.

Mari sekarang ini, iman dari mendengar Firman dalam urapan Roh. Kudus, itu sebabnya mohon berdoa dengan sungguh-sungguh, supaya saya dapat menyampaikan Firman dalam urapan Roh.Kudus dan saudara juga dapat mendengarkan Firman dengan baik, mengerti, percaya sehingga menjadi iman dan dapat mempraktekan Firman/perbuatan iman dalam kebenaran, sebab perbuatan iman sama dengan kebenaran. Prakteknya yaitu tidak berbuat dosa lagi apapun risikonya, sampai tidak dapat berbuat dosa dan juga tidak dapat disesatkan = benar seperti YESUS Benar. Semoga kita dapat mengerti.

Kemudian Simon Petrus yang menulis srt 1,2 Petrus yang memuat tentang
pengharapan dan kesucian, 1 Petrus 1 : 15, 16,
15. tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu,
16. sebab ada tertulis: Kuduslah kamu, sebab Aku kudus.

Jadi ini saudaraku, kita harus mengalami penyucian seluruh hidup sampai kita suci seperti YESUS Suci. Seluruh hidup itu meliputi tubuh, jiwa, roh kita oleh kekuatan Firman pengajaran benar atau Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua.

Dosa itu mengikat tubuh, jiwa dan roh kita supaya tidak suci atau tidak menjadi suci seperti YESUS Suci. Tetapi kekuatan pedang menyucikan kita dari dosa-dosa yang mengikat tubuh, jiwa dan roh kita, 1 Korintus 5 : 11, Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul, kikir, penyembah berhala, pemfitnah, pemabuk atau penipu; dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama.

Inilah enam dosa yang mendarah daging/yang mengikat tubuh, jiwa, roh kita, dan dibagi menjadi tiga kelompok yaitu:
Dosa yang mengikat tubuh itulah mabuk dan cabul. Mabuk ini termasuk dosa makan minum, merokok, narkoba, dan juga termasuk judi.

Cabul ini adalah dosa kawin mengawinkan, dosa sex dengan berbagai ragamnya, dan juga termasuk nikah yang salah, sampai sex pada diri sendiri. “jangan kamu berhubungan dengan perempuan cabul itu” sebab akan menjadi satu tubuh dengan perempuan Babel. Semoga kita dapat mengerti.

Kemudian dosa yang mengikat jiwa, sehingga menjadi tabiat, itulah kikir, pemfitnah dan penipu, ini juga yang harus disucikan. Kalau kita menerima panggilan TUHAN untuk melayani TUHAN dalam pelayanan dengan pola surga, empat makhluk itu sampai ke Tahta Surga, maka nomor satu harus ada iman dan perbuatan iman itulah kebenaran, jangan tidak benar, yang kedua pengharapan dan kesucian, kita harus hidup suci atau kita harus disucikan, dilepaskan dari dosa-dosa yang mengikat.

Kikir ini tidak dapat memberi untuk pekerjaan TUHAN dan juga untuk sesama yang membutuhkan.

Kemudian pemfitnah, pemfitnah ini yang benar menjadi salah, yang salah menjadi benar.

Kemudian penipu atau berdusta, sama dengan tidak jujur.

Mari, kita disucikan dari semua dosa seperti kikir yang disucikan, maka kita
dapat memberi. Kemudian pemfitnah, kita harus adil atau kita menjadi orang yang tidak adil dan penipu, tetapi kita menjadi jujur terutama soal pengajaran atau soal TUHAN kita harus jujur dan juga harus jujur dalam segala hal. Semoga kita dapat mengerti.

Inilah tiga dosa yang menguasai jiwa.

Kemudian dosa yang menguasai roh itulah penyembahan berhala,
Efesus 5 : 5, Karena ingatlah ini baik-baik: tidak ada orang sundal, orang cemar atau orang serakah, artinya penyembah berhala, yang mendapat bagian di dalam Kerajaan Kristus dan Allah.

Penyembahan berhala itu sama dengan
Serakah, merampas hak orang lain dan juga hak TUHAN yaitu persepuluhan dan persembahan khusus. Hak orang lain seperti kita berhutang, tetapi kita tidak mau membayar, korupsi dan lain-lainnya dan orang semacam itu tidak mendapat bagian dalam Kerajaan ALLAH, sama dengan tidak bisa sampai ketempat dari empat makhluk. Pelayanannya tidak sampai disana, hanya profesi saja didunia ini; sekali-pun melayani TUHAN dan menjadi pendeta, menjadi gembala, tetapi profesi dan hanya sampai di dunia, sama dengan mencari perkara dunia, sehingga tidak sampai di empat makhluk di Tahta. Kalau mau sampai ke Tahta, maka kita harus benar dan suci seperti YESUS Benar dan Suci melalui penyucian tubuh, jiwa, roh. Inilah penyembahan berhala dan serakah

segala sesuatu yang menghalangi kita untuk mengasihi TUHAN

segala sesuatu yang menghalangi kita beribadah melayani TUHAN. Nanti kita akan diperhadapkan pada sesuatu, dan kita harus memilih, termasuk saya, kita semua, kita akan diperhadapkan untuk menentukan pilihan, memilih sesuatu atau memilih TUHAN? dan ini pasti. Semua akan diuji, apakah roh kita ini sudah bebas dari penyembahan berhala? apakah kita mengasihi TUHAN lebih dari semua. Kalau kita cenderung memilih sesuatu maka itu adalah penyembahan berhala, dan pelayanan kita tidak akan sampai kepada tempatnya empat makhluk itu berada. Ini merupakan hal yang serius, dari perkara perkara kecil, kita memilih TUHAN atau sesuatu.

Sesuatu ini bisa ngeri seperti Abraham yang harus memilih TUHAN atau memilih anak. Sesuatu ini ngeri, sebab justru apa yang kita banggakan seperti anak, itulah yang harus dipilih. Tetapi sesungguhnya ini hanya ujian untuk melepaskan kita dari pemberhalaan, tinggal kita berani atau tidak. Abraham berani dan Abraham terlepas dari penyembahan berhala. Berhala itu dapat anak, dapat keluarga, dapat uang, pekerjaan,study, bisa semua yang diperhadapkan kepada kita dan kalau kita sudah berani memilih TUHAN lebih


dari semua, maka itu berarti
kita sudah disucikan sampai roh.Kalau tubuh, jiwa, roh kita disucikan dari enam dosa ini, maka kita dapat menjadi suci seperti YESUS Suci, dan akan masuk sampai ke Tahta Surga atau pola Kerajaan Surga.Semoga kita dapat mengerti.

Memang berat, sebab dihari-hari ini kita diperhadapkan pada sesuatu yang lebih hari lebih berat, oleh sebab itu dari perkara ringan atau perkara kecil kita sudah harus berani bertindak. Sebab TUHAN tidak pernah memaksa, tetapi kita harus memilih sesuatu atau memilih TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

Kemudian Yohanes yang dipanggil oleh TUHAN. Yohanes ini yang menulis srt 1, 2, 3 yang memuat atau intinya adalah kasih dan perbuatan kasih. Kalau sudah benar dan suci, baru ada kasih yang sesungguhnya. Kalau tidak benar dan tidak suci, maka tidak akan ada kasih.

Maafkan, saya seringkali memberi contoh kepada kaum muda yang berkata kepada pacarnya bahwa saya mengasihi, lalu ia meminta yang najis, ini gombal. Sebab kalau kasih dari TUHAN itu benar dan suci, baru ada kasih.

1 Petrus 1 : 22 Karena kamu telah menyucikan dirimu oleh ketaatan kepada kebenaran, sehingga kamu dapat mengamalkan kasih persaudaraan yang tulus ikhlas, hendaklah kamu bersungguh-sungguh saling mengasihi dengan segenap hatimu.

Inilah saudaraku, jadi kalau kehidupan kita disucikan oleh pedang Firman, itulah kebenaran, maka akan timbul kasih yang tulus ikhlas, sehingga
kita dapat mengasihi saudara kita, mengasihi sesama seperti diri sendiri dengan kasih yang tulus ikhlas. Lebih dari itu sampai mengasihi musuh, dan ini berarti kita sudah sempurna seperti Bapa sempurna.

Matius 5 : 43, 44, 48,
43. Kamu telah mendengar firman: Kasihilah sesamamu manusia dan bencilah musuhmu.
44. Tetapi Aku berkata kepadamu: Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
48. Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.”

Bukan hanya mengasihi sesama seperti diri sendiri, tetapi sampai dapat mengasihi musuh dan berdoa bagi mereka yang menganiaya, merugikan kita. Tetapi harus mendoakan yang baik, bukan doakan semoga cepat celaka, bukan. Tetapi doakan yang baik, ampunilah dia TUHAN, berkatilah dia, tolong dia. Ini kita dapat sempurna seperti YESUS sempurna = empat makhluk, benar, suci,
sempurna.

Inilah pelayanan kita yaitu kita dipanggil untuk melayani TUHAN dan yang menjadi kebutuhan utama bukan pandai, bodoh, bukan sudah memiliki pengalaman atau tidak berpengalaman, junior, senior tetapi yang benar adalah panggilan TUHAN sehingga kita dapat melayani sesuai dengan pola yang jelas yaitu pola tabernakel atau pola kerajaan surga yaitu benar, iman dan perbuatan iman. Suci dan juga kasih, sebab panggilan TUHAN inilah yang menentukan keberhasilan kita. Semoga kita dapat mengerti.

Sekarang yang keempat yaitu Andreas, Yohanes 1 : 35 – 40,
35. Pada keesokan harinya Yohanes berdiri di situ pula dengan dua orang muridnya.
36. Dan ketika ia melihat Yesus lewat, ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah!"
37. Kedua murid itu mendengar apa yang dikatakannya itu, lalu mereka pergi mengikut Yesus.
38. Tetapi Yesus menoleh ke belakang. Ia melihat, bahwa mereka mengikut Dia lalu berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu cari?" Kata mereka kepada-Nya: "Rabi (artinya: Guru), di manakah Engkau tinggal?"
39. Ia berkata kepada mereka: "Marilah dan kamu akan melihatnya." Merekapun datang dan melihat di mana Ia tinggal, dan hari itu mereka tinggal bersama-sama dengan Dia; waktu itu kira-kira pukul empat.
40. Salah seorang dari keduanya yang mendengar perkataan Yohanes lalu mengikut Yesus adalah Andreas, saudara Simon Petrus.

Ay 35, yang dimaksud Yohanes disini adalah Yohanes pembaptis.

Ay 38, "Apakah yang kamu cari?", penjala ikan atau penjala manusia? kalau yang dicari kepentingan dunia, uang, jodoh = penjala ikan tetapi kalau yang dicari surga = penjala manusia.

“di manakah Engkau tinggal?" , yang dicari adalah tempat tinggal YESUS.

Inilah Andreas. Seseorang yang memiliki kerinduan untuk mengenal YESUS dari dekat, sebab ia ingin mengetahui rumah YESUS. Kalau kita baru mengenal seseorang, tidak mungkin langsung bertanya apakah saya boleh mampir kerumahnya, tidak bisa begitu sebab kita dapat dicurigai dan gawat, sebab kita dapat dirampok. Tetapi sampai kita sudah mengenal dekat, barulah kita boleh main ke rumahnya.

Inilah Andreas. Seorang yang memiliki kerinduan untuk mengenal YESUS lebih dekat, lewat rumah Nya, terlebih dahulu rumah secara jasmani, sekarang rumah Nya itulah tabernakel atau rumah TUHAN itulah tabernakel. Dulu tabernakel secara jasmani, sekarang lewat kesetiaan dalam pengajaran tabernakel sama dengan lebih dekat dengan TUHAN.

Sekarang ini banyak dari kita, mau dekat dengan TUHAN, tetapi kita

mempelajari neraka, ini bukannya dekat dengan TUHAN, tetapi kita bertambah jauh. Kalau mempelajari neraka, maka dikatakan bahwa neraka itu hebat, tetapi kalau tabernakel, itu pelajaran porno. Ini salah besar. Mau mengenal TUHAN dari dekat harus melewati rumah-Nya itulah tabernakel, dan untuk sekarang lewat kesetiaan dalam pengajaran tabernakel.

Sekarang ini semua mengatakan bahwa
Dia Bapa Yang Baik, kita anak, baik, Tetapi hubungan anak dengan Bapa dapat terpisah sebab ada anak yang terhilang,

Dia Tabib yang luar biasa, baik, pasien dengan Tabib atau dengan dokter, tetapi kalau pasien sudah sembuh, akan terpisah,

Dia Gembala, baik, tetapi ada domba yang terhilang

Tetapi harus sampai hubungan tertinggi yaitu hubungan Kepala dengan tubuh. Kepala dengan tubuh tidak dapat terpisah.

Inilah Andreas, orang yang dipanggil oleh TUHAN yang memiliki kerinduan untuk selalu lebih dekat dengan TUHAN, tetapi ia masih memiliki kelemahan.

Yohanes 6 : 8, 9,
8. Seorang dari murid-murid-Nya, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus, berkata kepada-Nya:
9. “Di sini ada seorang anak, yang mempunyai lima roti jelai dan dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?”

Inilah kelemahan Andreas yang masih memakai logika. Sekarang ini banyak orang yang mendengarkan Firman, tetapi mereka masih menggunakan logika, lima roti dua ikan, untuk lima ribu, apa gunanya? Logika, logika yang dipakai. Jadi disini Andreas menerima panggilan TUHAN tetapi masih dalam kelemahan karena masih sering menggunakan logika sehingga dia ragu-ragu, bimbang, bukan iman lagi. Semoga kita dapat mengerti.

Mari, bersyukur sebab Firman pengajaran menyucikan logika, sehingga kita dapat menyerah sepenuhnya kepada TUHAN. Kalau memakai logika, maka lima roti dan dua ikan untuk lima ribu, dijilat saja tidak cukup. Itu sebabnya pengajaran tabernakel masih kurang ini, kurang itu, jadi harus ditambah dengan sedikit theologi. Ini seperti Hawa di taman Eden,TUHAN sudah memberikan pengajaran yang benar, sudah enak, tetapi Hawa mengurangi kata bebas, dan menambah kata raba sehingga habis. Semoga kita mengerti.

Tetapi Andreas menyerah sepenuh, sehingga dia menunjukkan anak kecil yang membawa lima roti dan dua ikan kepada TUHAN. Sekalipun menghadapi lima ribu orang yang lapar, kita tinggal menyerah saja. Jadi kebaktian


kunjungan kita ini seperti anak kecil, saya tidak dapat berbuat apa-apa, sebab hanya memiliki lima roti dan dua ikan, menghadapi lima ribu orang.

Itu sebabnya harus ditopang dengan doa puasa dan doa rantai selama satu jam, dan juga doa semalam suntuk. Ini bukan show tetapi ketidak mampuan sebab kita hanya seperti anak kecil yang hanya memiliki lima roti dan dua ikan menghadapi lima ribu orang. Kalau saudara menopang dalam doa, saya sangat
sangat berterima kasih dan TUHAN akan membalaskan berkat berlipat kali ganda. Semoga kita bisa mengerti.

Setelah ada panggilan dan penyerahan lima roti dan dua ikan kepada TUHAN, barulah TUHAN bekerja dengan sistem penggembalaan,

Yohanes 6 : 10 Kata Yesus: "Suruhlah orang-orang itu duduk." Adapun di tempat itu banyak rumput. Maka duduklah orang-orang itu, kira-kira lima ribu laki-laki banyaknya.

Ay 10, “Adapun di tempat itu banyak rumput”, duduk diatas rumput = penggembalaan

Sistem penggembalaan yang benar ini seperti carang melekat kepada Pokok Anggur Yang Benar. Pengajaran yang benar itu yang penting, seandainya ternak-ternak itu diberi obat sudah setiap hari, sekali-pun obat itu di dapat dari dinas kesehatan, tetapi kalau makanannya mengandung racun terus -menerus, pasti ternak-ternak itu akan mati. Tetapi kalau makanannya sehat, sekali-pun belum mendapatkan obat, maka ternak itu akan terus bertumbuh.

Lima ribu laki-laki yang disuruh duduk sama dengan laki-laki harus tanggung jawab untuk tergembala dengan benar, laki-laki sama dengan gembala, laki-laki itu suami. Mari! laki-laki atau suami atau gembala harus tanggung jawab untuk masuk dalam penggembalaan yang benar untuk duduk atau mantap dalam penggembalaan yang benar. Duduk itu mantap tidak bisa jatuh, setelah laki-laki atau suami mantap, barulah istri dan anak-anak akan ikut serta, itulah sistim keteladanan; dalam penggembalaan tidak ada sistim paksaan, tetapi sistim keteladanan.

Syarat mantap dalam penggembalaan adalah:
ketekunan dalam kandang, di dalam ruangan suci ada tiga macam alat = ketekunan dalam tiga macam ibadah pokok = duduk diatas rumput. Ketiga macam alat itu adalah:
pelita emas = ketekunan dalam ibadah raya.

Meja roti sajian = ketekunan dalam ibadah pendalaman alkitab dan disertai dengan perjamuan suci.

Dan mezbah dupa = ketekunan dalam ibadah doa penyembahan.

memenuhi ukuran tabernakel, lima ribu itu seratus kali lima puluh, tabernakel atau surga yang dibuat oleh Musa memiliki ukuran panjang seratus hasta dan lebar lima puluh hasta.
Panjang 100 sama dengan sepuluh kali sepuluh
sepuluh pertama itu sepuluh hukum sama dengan Firman, jadi sepuluh pertama sama dengan mendengarkan Firman.
Sedangkan sepuluh kedua sama denga dengar-dengaran atau taat kepada Firman.

Jadi seratus itu taat dengar-dengaran sama dengan nilai seratus. Kalau tidak taat, sekali-pun mendengar Firman, tetapi tidak taat sepuluh kali nol sama dengan nol atau kosong. Kalau melawan, mendengarkan Firman lalu melawan, sepuluh kali minus satu, turun, menjadi minus sepuluh, melawan dua kali sama dengan minus dua puluh, melawan tiga kali sama dengan minus tiga puluh, sampai dijurang yang dalam, itu sebabnya kita jangan main-main. Kalau tergembala, mantap dikandang, kemudian memenuhi ukuran penggembalaan, ukuran tabernakel surga, seratus kali lima puluh. Angka seratus itu sama dengan taat.

Lebar dari tabernakel lima puluh. Lima puluh ini sama dengan Pentakosta sama dengan Roh Kudus, setia, Roh Kudus membuat kita setia dan berkobar-kobar di dalam ibadah. Semoga kita dapat
mengerti.

Seperti jemaat Filadelfia yang kecil kekuatannya, tetapi mereka taat dan setia sama dengan memiliki kunci Daud, Wahyu 3 : 7, 8,
7. “Dan tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.
8. Aku tahu segala pekerjaanmu: lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorangpun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak
seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku.

Ay 8, “Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa”, kekuatanmu lima roti dan dua ikan menghadapi lima ribu orang, tidak ada kekuatan, “namun engkau menuruti firman-Ku”, taat sama dengan seratus.
“dan engkau tidak menyangkal nama-Ku” , Tidak menyangkal sama dengan setia, tetap setia sama dengan lima puluh.

Yang penting, kita memiliki ukuran, sama dengan duduk dirumput, sama dengan mantap dalam kandang, ini sudah cukup, dia mendapatkan kunci Daud yaitu kemurahan dan kebajikan TUHAN. Mari saudaraku, sekarang ini sekalipun

kekuatan kita tidak seberapa, hanya lima roti dan dua ikan menghadapi lima ribu orang, tetapi kalau kita mantap dalam penggembalaan, tekun dalam kandang, taat dan setia, memenuhi ukuran surga atau ukuran tabernakel, maka kita memiliki kunci Daud, itulah kemurahan dan kebajikan TUHAN.

Hasilnya
kunci Daud menutup pintu yang tidak bisa dibuka artinya: melindungi atau menutup pintu,
dari celaka dan mara bahaya,

dari dosa-dosa sampai puncaknya dosa,

dari antikrist yang akan datang

sampai dilindungi dari hukuman ALLAH. Dunia ini akan dihukum tiga kali tujuh hukuman sampai neraka tetapi kita dilindungi, ada kunci Daud yang menutup pintu yang tidak bisa dibuka.

Selalu saya katakan kemurahan kebaikan itu seharga denyut nadi atau sehasta, tabernakel itu ukurannya tidak memakai ukuran meter, centi, tetapi hasta atau tangan, sedangkan kaki atau satu langkah sama dengan satu denyut. Selalu saya katakan hirup nafas, kemudian hembuskan, sama dengan kemurahan kebaikan atau kebajikan TUHAN sama dengan masih ada perlidungan TUHAN sampai hukuman TUHAN tiga kali tujuh hukuman di dunia, tetapi neraka tidak dapat menjamah sebab dikunci atau ditutup.

Wahyu 3 : 10 Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Akupun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi.

Kemudian membuka pintu, kunci Daud/kemurahan kebajikan TUHAN membuka pintu yang tidak bisa ditutup oleh siapapun juga.
Artinya:
ada jalan keluar dari masalah yang mustahil, penyelesaian atau jalan keluar dari masalah yang mustahil, lima roti dan dua ikan untuk lima ribu orang bahkan ada sisa sama dengan berkelimpahan. Kalau kita tergembala dengan baik, akan ada jalan keluar dari segala masalah sama dengan pintu selalu terbuka bagi kita.

menuntun kita ke masa depan yang indah dan bahagia = kita berhasil, seperti yang dialami oleh Daud

ada pengangkatan dan juga ada pemulihan. Pengangkatan dari kejatuhan-kejatuhan, kegagalan-kegagalan, dipulihkan oleh TUHAN.

Ibrani 10 : 19 – 21,
19. Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus,
20. karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri,
21. dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah.

membuka jalan yang baru dan hidup sama dengan pembaharuan; pembaharuan dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti YESUS. Kita dibaharui terus menerus sampai pintu Yerusalem Baru terbuka bagi kita.

Wahyu 3 : 12 Barangsiapa menang, ia akan Kujadikan sokoguru di dalam Bait Suci Allah-Ku, dan ia tidak akan keluar lagi dari situ; dan padanya akan
Kutuliskan nama Allah-Ku, nama kota Allah-Ku, yaitu Yerusalem baru, yang turun dari sorga dari Allah-Ku, dan nama-Ku yang baru.

Pintu pembaharuan sampai pintu Yerusalem Baru terbuka bagi kita. Kita jangan berputus asa sekali-pun masih ada kekurangan dan kelemahan, TUHAN dapat pulihkan, TUHAN dapat memperbaharui. Bagi yang sudah berhasil jangan sombong, tetap ingat untuk selalu menghirup nafas; kalau mau sombong, hirup nafas dan berkata, ini hanya karena kemurahan kebaikan TUHAN, kita tetap mengucap syukur, tetap berpegang pada TUHAN dalam kemurahan kebaikan-Nya.

Kalau gagal, sudah mulai berputus asa sampai sudah malas untuk beribadah, hirup nafas sama dengan masih ada kekuatan dan kemurahan kebajikan TUHAN Yang masih dapat menolong saya sama dengan membuka pintu, TUHAN akan menolong kita sampai pintu Yerusalam Baru terbuka bagi kita semua. Itulah empat makhluk yang mengelilingi tahta, kita juga akan sampai disana melayani TUHAN. Kita jangan menjadi penjala ikan, tetapi menjadi penjala manusia.
TUHAN memberkati kita semuanya.
(CP)


Pendeta Wijaya Hendra
GPT Kristus Kasih

dilihat : 696 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution