Rabu, 21 November 2018 16:52:06 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 115
Total pengunjung : 441122
Hits hari ini : 533
Total hits : 4071858
Pengunjung Online : 3
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Tentang Berpuasa Yang Benar
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Rabu, 16 Juli 2014 07:44:31
Tentang Berpuasa Yang Benar

Kita masih membaca Wahyu 1 : 9, Aku, Yohanes, saudara dan sekutumu dalam kesusahan, dalam Kerajaan dan dalam ketekunan menantikan Yesus, berada di pulau yang bernama Patmos oleh karena firman Allah dan kesaksian yang diberikan oleh Yesus.

Rasul Yohanes dibuang ke pulau Patmos bukan karena berbuat jahat, tetapi karena Firman ALLAH dan kesaksian YESUS. Rasul Yohanes mengalami sengsara daging, karena Firman ALLAH (meja roti sajian) dan karena kesaksian YESUS (pelita emas).

Salah satu bentuk sengsara daging bagi kita sekarang adalah berpuasa seperti yang kita lakukan sekarang ini. Berpuasa ini mirip dengan apa yang dialami oleh Rasul Yohanes di pulau Patmos.

Matius 6 : 17,Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu,

Tanda puasa yang benar adalah
Minyakilah kepalamu.
Minyak = Roh Kudus (Roh Kudus ini digambarkan dengan pelita emas). Kepala = pikiran. Jika digabungkan, “minyakilah kepalamu” artinya pikiran diurapi/disucikan oleh Roh Kudus. Inilah tanda puasa yang benar.

Cucilah mukamu.
Cuci (“basuh dengan air”) = Firman ALLAH (meja roti sajian). Muka/wajah = hati. Jika digabungkan, “cucilah mukamu” artinya penyucian hati oleh Firman ALLAH.

Jadi tanda puasa yang benar sama dengan yang dialami oleh rasul Yohanes (mengalami sengsara daging dibuang ke pulau Patmos karena Firman ALLAH/meja roti sajian dan kesaksian YESUS/pelita emas). Sekarang kita tidak perlu dibuang ke pulau Patmos, sebab ini sama dengan kita melakukan puasa.

Jadi berpuasa adalah
Sengsara daging karena Firman ALLAH (meja roti sajian) dan karena Roh Kudus (pelita emas).

Sengsara daging untuk mengalami penyucian hati dan pikiran oleh pekerjaan Firman ALLAH dalam urapan Roh Kudus (Firman yang lebih tajam dari pedang bermata dua) = penyucian dahi (istilah di alkitab). Dahi = hati dan pikiran.

Wahyu 13 : 16 – 18,
16. Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya,
17. dan tidak seorangpun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya.
18. Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam.

Mengapa dahi harus disucikan lewat berpuasa? sebab antikrist sedang mengincar dahi dan tangan dari hamba TUHAN/anak TUHAN untuk dicap/dimaterai “666”. Contohnya adalah seperti perempuan bungkuk delapan belas tahun di bait ALLAH (dicap 666). Bait Allah ini gambaran bahwa dia merupakan hamba TUHAN/pelayan TUHAN. Jadi kita sebagai hamba TUHAN/pelayan TUHAN dapat dicap dan diincar oleh antikrist. Orang yang sudah beribadah tetapi dapat dicap oleh antikrist, sebab dahinya (hati dan pikirannya) tidak disucikan.

Didalam 2 Timotius 3 : 1-5 ini sering kita baca, tidak mengapa, supaya kita diingatkan kembali. Berada didalam bait ALLAH ini sudah baik, tetapi kalau tidak mengalami penyucian dahi, maka menjadi sia-sia, sebab akan dicap dengan 666 oleh antikrist. Yang bagus adalah kita berusaha didalam bait ALLAH, setelah didalam bait ALLAH, harus berusaha untuk mengalami penyucian hati dan pikiran. Kita juga berusaha berpuasa untuk mengalami penyucian hati dan pikiran.

2 Timotius 3 : 1 – 5,
1. Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar.
2. Manusia akan (1)mencintai dirinya sendiri dan (2)menjadi hamba uang . Mereka akan (3)membual dan (4)menyombongkan diri, mereka akan menjadi (5)pemfitnah, mereka akan (6)berontak terhadap orang tua dan (7)tidak tahu berterima kasih, (8)tidak mempedulikan agama,
3. (9)tidak tahu mengasihi, (10)tidak mau berdamai, (11)suka menjelekkan orang, (12)tidak dapat mengekang diri, (13)garang, (14)tidak suka yang baik,
4. (15)suka mengkhianat, (16)tidak berpikir panjang, (17)berlagak tahu, (18)lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.
5. Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka, tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri kekuatannya. Jauhilah mereka itu!

Ay 4  “lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah”  tidak taat.
Ay2- 4  inilah kedelapan belas sifat tabiat daging. Siapakah mereka  ayat 5.
Ay 5  “Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka”  hamba TUHAN, pelayan TUHAN, anak TUHAN.
Jadi dalam 2 Timotius 3 : 1-4 ini sudah jelas bahwa di akhir zaman justru anak

TUHAN, hamba TUHAN akan diincar oleh antikrist untuk dicap/dimeterai dengan angka 666. Banyak yang mempelajari cap dari antikrist  nanti di supermarket ada cap 666 memakai laser, ya terserahlah ! Pakai mikrochip atau pakai apapun, saya tidak belajar tentang hal itu, tetapi kita belajar yang rohani saja dari alkitab. Kalau tanda-tandanya terserah mau pakai apa, yang penting adalah tanda yang rohani. Buktinya jika kehidupan hamba TUHAN/anak TUHAN dicap 666 yaitu sekalipun beribadah, tetapi tetap mempertahankan delapan belas sifat tabiat daging. Jadi kita tidak perlu jauh-jauh pergi ke supermarket untuk mencari cap antikrist, sebab di gereja saja kalau tetap mempertahankan delapan belas sifat tabiat daging (tidak berubah), akan dicap juga oleh antikrist.

Termasuk hamba TUHAN seperti saya, pelayan TUHAN yang sudah berada didalam ibadah pelayanan (sudah berada dalam bait ALLAH), tetapi kalau mempertahankan delapan belas sifat tabiat daging sampai tidak taat, maka akan dicap 666. Tidak taat  Firman/TUHAN bilang A, tetapi melakukan B. Contohnya : tidak taat dalam bekerja, dalam sekolah, dalam menikah, dalam melayani TUHAN, dalam bidang apa saja.

Jika sudah dicap 666 oleh antikrist maka:
Hidupnya tampil seperti binatang buas (maaf) :
Tubuhnya daging  6.

Jiwanya daging  6.

Rohnya daging  6.

Tampil seperti binatang buas yaitu hanya mengikuti hawa nafsu, keinginan, naluri. Binatang buas itu kalau lapar akan makan siapa saja (anaknya bisa dimakan dan tidak pandang siapapun juga).

Menjadi sama dengan antikrist untuk dibinasakan selamanya.
Sebenarnya kita tidak percuma berada di dalam bait ALLAH. Mengapa sudah berada didalam bait ALLAH (sudah beribadah melayani), tetapi dicap oleh antikrist (tetap tidak berubah hidupnya)? sebab “menolak kuasa ibadah” = menolak pekerjaan Firman pengajaran yang lebih tajam dari pedang bermata dua/Firman ALLAH dalam urapan Roh Kudus.

Misalnya :
Beribadah tetapi hanya untuk senang-senang saja.

Kegiatan ibadah yang lain boleh banyak, tetapi untuk Firman sedikit saja.

Firman TUHAN tidak boleh yang keras-keras, tetapi yang enak-enak saja.

Ini yang bahaya ! Mari, biarlah kita berdoa, supaya ibadah pelayanan kita selalu mengutamakan pemberitaan Firman pengajaran yang benar, yang lebih tajam dari pedang bermata dua (pembukaan Firman ALLAH), untuk mengubahkan hidup kita. Ini saja masih belum cukup dan harus ditambah juga dengan berpuasa.

Di dalam ibadah kita mendengar Firman pengajaran benar untuk menyucikan/mengubahkan kita, tetapi untuk mempercepat harus ditambah dengan berpuasa. Jadi berpuasa itu untuk mempercepat proses dan kita berlomba dengan waktu, sebab YESUS segera datang ke dua kali. Kalau kita berlambat-lambat, nanti akan percuma, saat YESUS datang kita belum apa-apa (keubahannya masih sedikit).

Jadi ada dua pihak yang mau menulisi/memeterai dahi kita yaitu:
antikrist mau memberi cap 666, tetapi lewat beribadah dan ditambah dengan puasa, kita memberi kesempatan supaya

TUHAN lah Yang menulisi/memeterai dahi kita. Lewat berpuasa, kita mengalami penyucian dahi untuk ditulisi/dimeterai oleh TUHAN.

Ada dua hal yang dimeteraikan/dituliskan oleh TUHAN di dahi kita :
Ulangan 11 : 18, 19,
18. Tetapi kamu harus menaruh perkataanku ini dalam hatimu dan dalam jiwamu; kamu harus mengikatkannya sebagai tanda pada tanganmu dan haruslah itu menjadi lambang di dahimu.
19. Kamu harus mengajarkannya kepada anak-anakmu dengan membicarakannya, apabila engkau duduk di rumahmu dan apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun;

Ay 18  “perkataanku”  Firman TUHAN.

Yang pertama adalah Firman ALLAH.
Bagaimana prosesnya supaya Firman ALLAH dicap di dahi dan di tangan kita ?
Mendengar Firman ALLAH dengan sungguh-sungguh.

Mengerti akan Firman ALLAH.

Percaya/yakin kepada Firman ALLAH, maka Firman ALLAH dicap didahi (termasuk dihati kita).

Praktek Firman ALLAH, maka Firman ALLAH dicap ditangan kita.

Jadi kita mendengarkan Firman, mengerti sampai percaya/yakin akan Firman,

itu dahi yang dicap dengan Firman ALLAH. Praktek Firman ALLAH = tangan yang dicap/dimeterai Firman ALLAH. Semoga kita dapat mengerti.

Hasilnya/buktinya kalau dahi dan tangan dicap dengan Firman ALLAH adalah
Kita mengalami penyucian dari enam dosa yang mendarah daging. Supaya Firman mendarah daging dalam hidup kita, maka dosa yang mendarah daging harus disingkirkan → 1 Korintus 5 : 11 Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut
dirinya saudara, adalah orang cabul(1), kikir(2), penyembah berhala(3), pemfitnah(4), pemabuk(5) atau penipu(6); dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama.

Ay 11  “penipu”  tipu/dusta.
“dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan bersama-sama”  tidak boleh berfellow-ship dengan orang yang mempertahankan enam dosa.

Enam dosa yang mendarah daging :
Cabul = percabulan (dosa kawin mengawinkan).

Kikir = tidak bisa memberi.

Penyembahan berhala, termasuk juga serakah.

Pemfitnah.

Pemabuk = dosa makan minum.

Penipu = dusta. Inilah yang harus disucikan.

Buktinya jika dahi dan tangan dicap Firman adalah kita disucikan dari enam dosa yang mendarah daging sampai tidak ada lagi dusta. Dusta ini merupakan pekerjaan nabi palsu dan menjadi satu dengan antikrist.

Jika masih ada dusta ini berarti:
kita di cap oleh antikrist

jika masih berdusta, itu berarti tidak ada Firman. Jika tidak ada Firman, maka yang ada adalah cap 666. Kita harus hati-hati ! Biarpun sudah hamba TUHAN seperti saya, biarpun sudah pelayan TUHAN, kita tidak boleh berdusta.

Pembaharuan/keubahan hidup → Ulangan 11 : 19, Kamu harus mengajarkannya kepada anak-anakmu dengan membicarakannya, apabila engkau duduk di rumahmu dan apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun;

Pembaharuan/keubahan hidup dari manusia daging menjadi manusia rohani seperti YESUS, yang ditandai dengan :

Mulut/lidah hanya membicarakan Firman ALLAH (bersaksi tentang Firman).

Berkata-kata yang sesuai dengan Firman ALLAH yaitu berkata benar dan menjadi berkat bagi orang lain.

Itulah buktinya jika dahi dan tangan dicap oleh Firman. Jika dahi dan tangan sudah dicap oleh Firman ALLAH, maka antikrist tidak ada kesempatan lagi untuk memeteraikan kita. Mari sekarang ini kita bersungguh-sungguh. Lewat ibadah kita mendengarkan Firman pengajaran, sehingga ada penyucian dahi.

Di percepat lagi lewat berpuasa, ini secara khusus untuk menerima penyucian dahi, supaya dahi tidak ditulis oleh antikrist tetapi ditulisi oleh TUHAN. Semoga kita dapat mengerti.

Keluaran 28 : 36, 38,
36. Juga haruslah engkau membuat patam dari emas murni dan pada patam itu kauukirkanlah, diukirkan seperti meterai: Kudus bagi TUHAN.
38. Patam itu haruslah ada pada dahi Harun, dan Harun harus menanggung akibat kesalahan terhadap segala yang dikuduskan oleh orang Israel, yakni terhadap segala persembahan kudusnya; maka haruslah patam itu tetap ada pada dahinya, sehingga TUHAN berkenan akan mereka.

Ay 36  ada patam yang ditulisi “Kudus bagi TUHAN” = Nama TUHAN.

Yang kedua adalah dahi ditulisi/dimaterai dengan Nama TUHAN. Kita tinggal pilih, mau dicap 666 atau kita mengalami penyucian dahi lewat ibadah (kita harus mengutamakan Firman (jangan menolak Firman), ditambah dengan puasa (untuk mempercepat, supaya dahi ini ditulisi/dimeteraikan oleh TUHAN).

Buktinya/prakteknya, jika dahi dimateraikan dengan Nama TUHAN adalah
Filipi 2 : 8 – 11,
8. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.
9. Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama,
10. supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi,
11. dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah TUHAN," bagi kemuliaan Allah, Bapa!

Ay 8  itulah YESUS.

Ay 9  YESUS sudah diberikan Nama. Kita akan dimeteraikan, kalau kita sama dengan YESUS.

Merendahkan diri (rendah hati). Rendah hati yaitu kemampuan untuk mengaku dosa, jika diampuni jangan berbuat dosa lagi. Rendah hati itu pasangannya adalah lemah lembut. Lemah lembut yaitu kemampuan untuk mengampuni dosa orang lain dan melupakannya. Kalau sudah rendah hati dan lemah lembut = ada Nama YESUS di dahi. Jika dahi dicap oleh antikrist, akan dendam, tidak mau mengaku dosa (bertahan), dan juga tidak mau mengampuni.

Jika kita menyelesaikan dosa (mengaku dosa dan mengampuni), maka damai sejahtera. Bukti ada nama YESUS adalah damai sejahtera. Jika masih ada ketakutan, kita harus berseru  YESUS, YESUS tolong, supaya ada damai sejahtera.

YESUS taat sampai mati di kayu salib = taat dan setia dalam ibadah pelayanan.

Kita mengalami kemenangan atas setan tritunggal (Filipi 2 : 10-11),
sehingga lidah hanya mengaku YESUS dalam kemuliaan.

Lidah mengaku YESUS = lidah hanya menyembah YESUS “Haleluyah YESUS”.

Kalau dahi sudah dimeteraikan oleh TUHAN (Firman dan Nama TUHAN), bagaimana dengan posisi kita? → Kidung Agung 8 : 5 – 7,
5. Siapakah dia yang muncul dari padang gurun, yang bersandar pada kekasihnya? --Di bawah pohon apel kubangunkan engkau, di sanalah ibumu telah mengandung engkau, di sanalah ia mengandung dan melahirkan engkau.
6 --Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu, karena cinta kuat seperti maut, kegairahan gigih seperti dunia orang mati, nyalanya adalah nyala api, seperti nyala api TUHAN!
7 Air yang banyak tak dapat memadamkan cinta, sungai-sungai tak dapat menghanyutkannya. Sekalipun orang memberi segala harta benda rumahnya untuk cinta, namun ia pasti akan dihina.

Jika dahi kita dimeterai dengan Firman ALLAH dan Nama YESUS, maka posisi kita adalah dimeteraikan pada Hati dan Tangan TUHAN (“Taruhlah aku seperti meterai pada hatimu, seperti meterai pada lenganmu”). Dimeteraikan di hati dan di tangan, itu seperti bayi yang digendong (ada ibu yang mengandung, ibu melahirkan, lalu dimeteraikan di hati dan di tangan).

Jika kita dimeteraikan pada Hati dan Tangan TUHAN, hasilnya adalah:
Tidak pernah dilupakan oleh TUHAN. Kehidupan kita akan menjadi seperti bayi, dimeterai di Hati dan Tangan TUHAN, yang tidak pernah dilupakan oleh TUHAN. Sudah dimeterai/dicap itu berarti tidak pernah dilupakan.

Tidak pernah dilupakan oleh TUHAN artinya:
TUHAN akan selalu memperhatikan kita,

Memperdulikan kita,

Mengerti keadaan kita dan

Bergumul untuk kita semuanya. Ini luar biasa, mungkin suami, istri, anak, orang tua, gembala, jemaat tidak mau mengerti, kita tidak perlu berputus asa. Kalau ada cap/meterai Firman dan Nama YESUS dengan bukti-buktinya tadi, maka kita sedang diingat oleh TUHAN (dimeterai di Hati dan Tangan TUHAN).

Kita seperti bayi yang tidak berdaya dalam gendongan Tangan TUHAN
(bayi itu kalau digendong itu berada di dada dan di tangan) artinya
TUHAN selalu memelihara kehidupan kita, sekalipun kita tidak berdaya, mustahil. Pertama kali saya menjadi hamba TUHAN, diberi tanda ini oleh TUHAN  saya tidak mau minta, tidak mau hutang, tidak ada makanan, tidak ada minum tetapi TUHAN dapat kirimkan semuanya. Inilah keyakinan saya sampai dengan sekarang. Toko, gaji, semuanya ini hanya sebagai sarana, tetapi hidup kita yang sesungguhnya adalah berada dalam Tangan TUHAN. Kita jangan sampai dicap antikrist, sebab nanti akan dibinasakan.

TUHAN sanggup menolong untuk menyelesaikan segala masalah sampai dengan masalah yang mustahil. Bayi ini tidak dapat berbuat apa-apa dalam menghadapi masalah, tetapi TUHAN lah yang menghadapi. Inilah luar biasanya cap/meterai dari TUHAN. Tidak sia-sia Yohanes dibuang di pulau Patmos berjuang untuk Firman dan kesaksian YESUS. Demikian juga dengan kita, kita tidak sia-sia untuk beribadah, berjuang untuk Firman dan Roh Kudus dan berpuasa. Begitu dahi kita dicap oleh Firman dan Nama YESUS, maka kita seperti bayi dalam gendongan Tangan TUHAN.

TUHAN sangggup menghapus air mata kita (bayi kalau menangis tidak akan dibiarkan terus dan pasti akan ditolong sampai air matanya berhenti) artinya TUHAN memberikan masa depan yang berhasil, indah dan bahagia. Asalkan ada meterai Firman pengajaran dan Nama YESUS di dahi, TUHAN pasti sanggup menolong kita. Semoga kita dapat mengerti.

TUHAN sanggup untuk memandikan kita dari kotoran-kotoran dosa (bayi kalau buang kotoran, tidak bisa dibersihkan/mandi sendiri) artinya TUHAN menyucikan, mengubahkan kita sampai sempurna sama mulia dengan Dia = sampai menjadi seperti bayi yang tidak bisa berbuat dosa. Jika YESUS datang kembali ke dua kali, kita akan diangkat di awan-awan yang permai bersama-sama dengan Dia, sehingga kita bertemu dengan Dia Muka dengan muka. Kita akan masuk ke firdaus sampai masuk ke tahta Yerusalem Baru.

Mari sekarang ini, biarlah kita mohon supaya Firman dan Roh Kudus menyucikan dahi kita, sehingga dahi kita tidak dicap 666 oleh antikrist, tetapi dahi kita dimeteraikan oleh Firman dan Nama YESUS dengan bukti-bukti tadi.

Wahyu 22 : 3, 4,
3. Maka tidak akan ada lagi laknat. Takhta Allah dan takhta Anak Domba akan ada di dalamnya dan hamba-hamba-Nya akan beribadah kepada-Nya,
4. dan mereka akan melihat wajah-Nya, dan nama-Nya akan tertulis di dahi mereka.

Kalau sudah diangkat di awan-awan, menuju ke firdaus, sampai di tahta surga (tahta Yerusalem Baru), kita akan dimeteraikan lagi sampai menjadi milik TUHAN untuk selama-lamanya = menjadi Mempelai Wanita TUHAN yang tidak bisa diganggu gugat lagi.

Hasil terakhir : Kita duduk bersanding bersama dengan TUHAN di tahta TUHAN, kita menjadi Mempelai Wanita TUHAN = menjadi milik TUHAN untuk selama-lamanya yang tidak bisa diganggu gugat oleh apapun.

Bagitulah perhatian TUHAN, asalkan kita mau dicap oleh TUHAN, maka TUHAN akan memperhatikan dan tidak akan melupakan kita. Pada saat sekarang, ini apa yang kita tidak dapat perbuat (seperti bayi), serahkan semuanya kepada TUHAN.

Asalkan:
Dahi (hati dan pikiran) mau disucikan,

Dahi dicap Firman dan Nama YESUS, ini sudah cukup dan semuanya tergantung pada Dia. Kita bagaikan bayi yang digendong oleh TUHAN, Dia mengerti akan keadaan kita, Dia bergumul untuk kita semuanya, sampai menang, sampai kita duduk di tahta bersama dengan Dia untuk selama-lamanya. Kita jangan ragu-ragu, sebab TUHAN sedang memperhatikan kita sekarang ini. TUHAN memberkati. - sis


Pendeta Wijaya Hendra
(Gereja Pantekosta Tabernakel Kristus Kasih)

dilihat : 728 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution