Sabtu, 15 Desember 2018 13:04:22 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 138
Total pengunjung : 450741
Hits hari ini : 731
Total hits : 4152169
Pengunjung Online : 5
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Jika Kita Memiliki Firman ALLAH, Maka Kita Dapat Menyembah YESUS
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Selasa, 08 Juli 2014 09:24:49
Jika Kita Memiliki Firman ALLAH, Maka Kita Dapat Menyembah YESUS

Wahyu 1 : 9 20 → penglihatan dari rsl Yohanes di pulau Patmos.

Wahyu 1 : 9, Aku, Yohanes, saudara dan sekutumu dalam kesusahan, dalam Kerajaan dan dalam ketekunan menantikan Yesus, berada di pulau yang bernama Patmos oleh karena firman Allah dan kesaksian yang diberikan oleh Yesus.

Rasul Yohanes dibuang ke pulau Patmos, dan ia mengalami sengsara daging, bukan karena ia berbuat kejahatan (sebab pulau Patmos ini merupakan tempat buangan bagi penjahat) atau berbuat dosa, tetapi karena rasul Yohanes memiliki:
Firman ALLAH dan kesaksian YESUS.

Sehingga rsl Yohanes mengalami tiga hal yaitu:
masuk dalam persekutuan yang benar (ay 9) = persekutuan Tubuh Kristus yang sempurna/Mempelai Wanita TUHAN. Sebab ada persekutuan yang lain yaitu persekutuan Babel.

Dapat mendengar dan melihat bunyi sangkakala yang nyaring/yang keras (ay 10 ay 16) sehingga dapat tergembala dengan baik dan benar dan juga dapat melihat dua wujud yang nyata yaitu:
Tujuh kaki dian emas/gereja yang sempurna

Pribadi YESUS Yang sempurna/Pribadi YESUS dalam kemuliaan sebagai Imam Besar, Hakim Yang adil, Raja di atas segala raja dan juga sebagai Mempelai Pria Surga.

Dapat tersungkur di depan Kaki YESUS (Wahyu 1 : 9 18).

Tersungkur =
Menyembah dengan hancur hati dan menyembah sampai daging tidak bersuara

Wahyu 1 : 9, Aku, Yohanes, saudara dan sekutumu dalam kesusahan, dalam Kerajaan dan dalam ketekunan menantikan Yesus, berada di pulau yang bernama Patmos oleh karena firman Allah dan kesaksian yang diberikan oleh Yesus.

Jadi, keadaan kerohanian dari rasul Yohanes adalah:
ia memiliki Firman ALLAH (di dalam tabernakel menunjuk pada meja roti sajian) dan juga

ia memiliki kesaksian YESUS (di dalam tabernakel menunjuk pada pelita emas), tetapi rsl Yohanes

tidak memiliki penyembahan ( di dalam tabernakel menunjuk pada mezbah dupa emas) dan keadaan ini sangat gawat sebab dapat menjadi sasaran dari antikrist → Wahyu 12 : 17, Maka marahlah naga itu kepada perempuan itu, lalu pergi memerangi keturunannya yang lain, yang menuruti hukum-hukum Allah dan memiliki kesaksian Yesus.

Karena tidak memiliki penyembahan (mezbah dupa emas), maka akan menjadi sasaran dari antikrist sehingga ada dua kemungkinan yaitu:
akan mengalami aniaya sebab tidak mau menyembah antikrist dan aniaya ini sampai pada pemancungan kepala, tetapi kehidupan itu akan dibangkitkan dalam tubuh kemuliaan saat YESUS datang kembali

tidak tahan dianiaya oleh antikrist sehingga kehidupan itu menyembah antikrist, sekali-pun secara

fisik, kehidupan itu tidak mengalami apa-apa, tetapi ia menjadi sama dengan antikrist yang akan dibinasakan untuk selama-lamanya.

Jadi, rsl Yohanes dijinkan oleh TUHAN dibuang ke pulau Patmos supaya ia mengalami penimgkatan rohani yaitu ia dapat menyembah TUHAN. Ujian yang kita alami dengan seijin TUHAN, bukan untuk menghancurkan kita tetapi supaya kita dapat tersungkur di depan Kaki YESUS/menyembah YESUS dengan hancur hati.

Pengertian dari hancur hati adalah:
Mazmur 119 : 20, Hancur jiwaku karena rindu kepada hukum-hukum-Mu setiap waktu
Selalu merindu akan Firman ALLAH lebih dari apa-pun juga dan juga selalu mengalami pekerjaan Firman ALLAH yaitu kita disucikan dari dosa-dosa kita yang sudah ditunjuk oleh Firman ALLAH. Seperti raja Daud yang ditunjuk dosa-dosanya oleh nabi Nathan.

Mazmur 51 : 1 - 3, 18, 19,
1.Untuk pemimpin biduan. Mazmur dari Daud,
2. ketika nabi Natan datang kepadanya setelah ia menghampiri Batsyeba.
3. Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu yang besar!
18.Sebab Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan; sekiranya kupersembahkan korban bakaran, Engkau tidak menyukainya.
19.Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.

Nabi Natan menegor Daud dengan sangat keras dan biasanya raja akan marah kalau ditegor.
Seperti raja Asa yang sudah ditolong TUHAN, kemudian ketika ia bersalah dalam pelayanan dan ia ditegor, tetapi ia marah. Tetapi disini, Daud hancur hati karena ia selalu rindu akan Firman Alllah dan saat Firman datang, ia tidak ragu-ragu untuk mengaku (hapuskanlah pelanggaranku menurut rahmat-Mu).

Raja Daud hancur hati karena pekerjaan pedang Firman yang disampaikan oleh nabi Natan (nabi itu menyampaikan Firman nubuat/Firman pengajaran), sehingga ia mengaku dosa pada TUHAN dan kepada sesama (nabi Natan), sehingga ia mengalami pengampunan dosa dan tidak berbuat dosa lagi.

Hati yang hancur/mengaku dosa dan meninggalkan dosa sehingga kehidupan itu dapat menghampiri/menghadap Tahta ALLAH → Yesaya 57 : 15, Sebab beginilah firman Yang Mahatinggi dan Yang Mahamulia, yang bersemayam untuk selamanya dan Yang Mahakudus nama-Nya: "Aku bersemayam di tempat tinggi dan di tempat kudus tetapi juga bersama-sama orang yang remuk dan rendah hati, untuk menghidupkan semangat orang-orang yang rendah hati dan untuk menghidupkan hati orang-orang yang remuk.

Lukas 20 : 17, 18,
17. Tetapi Yesus memandang mereka dan berkata: "Jika demikian apakah arti nas ini: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru?
18. Barangsiapa jatuh ke atas batu itu, ia akan hancur, dan barangsiapa ditimpa batu itu, ia akan remuk."

Perumpamaan tentang penggarap-penggarap di kebun anggur.
Batu penjuru adalah batu yang indah tetapi dibuang oleh tukang bangunan. Batu penjuru/korban

Kristus (Kehidupan Yang tidak berdosa tetapi dibuang oleh tukang-tukang bangunan kemudian disalibkan tetapi justru menjadi Batu penjuru).

Jadi pengertian dari hancur hati adalah selalu menghargai/meninggikan Korban Kriatus.

Prakteknya:
A). rela sengsara daging tanpa dosa supaya mengalami keubahan hidup. 2 Korintus 4 : 16, 17,
16. Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari.
17. Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.

Mengalami keubahan hidup = kita berbuah anggur dan dimulai dari tidak ada dusta/membuang dusta = hidup di dalam kebenaran = perkataan yang benar dan baik = menjadi berkat bagi orang lain sehingga kehidupan kita berkenan kepada TUHAN dan juga berkenan kepada sesama.
Hakim-hakim 9 : 12, 13,
12. Lalu kata pohon-pohon itu kepada pohon anggur: Marilah, jadilah raja atas kami!
13. Tetapi jawab pohon anggur itu kepada mereka: Masakan aku meninggalkan air buah anggurku, yang menyukakan hati Allah dan manusia, dan pergi melayang di atas pohon-pohon?

B). penyerahan sepenuh kepada Korban Kristus = jatuh ke atas batu = mengalaskan seluruh hidup kita di atas Korban Kristus sehingga kita dapat menghampiri Tahta TUHAN. Kita hanya berserah pada belas kasih TUHAN seperti raja Daud yang sebenarnya hidupnya sudah terpuruk sebab ia sudah berzinah dan juga sudah membunuh tetapi ia masih diberi kesempatan karena ia hancur hati. Itu sebabnya kita jangan mencari Firman TUHAN yang hanya memuji-muji kita sebab ini berbahaya.

Kalau kita dapat menghampiri Tahta TUHAN/hancur hati, maka kita dapat merasakan aliran sungai dari Tahta TUHAN/kuasa Roh.Kudus → Wahyu 22 : 1, Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu.

Kegunaan dari sungai kehidupan/Roh.Kudus yang mengalir dari Tahta TUHAN:
Yehezkiel 47 : 8, 9,
8. Ia berkata kepadaku: "Sungai ini mengalir menuju wilayah timur, dan menurun ke Araba-Yordan, dan bermuara di Laut Asin, air yang mengandung banyak garam dan air itu menjadi tawar,
9. sehingga ke mana saja sungai itu mengalir, segala makhluk hidup yang berkeriapan di sana akan hidup. Ikan-ikan akan menjadi sangat banyak, sebab ke mana saja air itu sampai, air laut di situ menjadi tawar dan ke mana saja sungai itu mengalir, semuanya di sana hidup.

Kegunaan pertama: apa yang sudah mati, bisa menjadi hidup= Roh Kudus sanggup memelihara kehidupan kita secara jasmani di tengah kemustahilan dunia (di laut Asin tidak ada kehidupan).
Sekalipun manusia mengatakan mati, tetapi kalau ada air kehidupan, semua dapat hidup. Yang penting, kita bisa mendekati/menghampiri Tahta TUHAN dengan hancur hati.

Itu sebabnya kita harus menjaga hati. Jangan hati yang keras, tetapi hancur hati dengan:
Kita mengakui kesalahan kita seperti Daud.

Kita menyerah sepenuh pada TUHAN dan rela sengsara tanpa dosa untuk berubah, mulai dari mulut ini untuk menghasilkan perkataan yang benar dan baik (air anggur yang manis di hadapan TUHAN dan sesama). Dan kita akan merasakan sungai air kehidupan dari Tahta Surga.

Yohanes 4 : 13, 14,
13. Jawab Yesus kepadanya: "Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi,
14. tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal."

Kegunaan kedua: Roh Kudus memberikan kepuasan rohani/Roh.Kudus memberikan kebahagiaan surga kepada kita di tengah keadaan dunia yang sudah kering, terkutuk dan najis
sampai memberikan kebahagiaan kekal (memancar sampai kepada hidup yang kekal).
Kalau tidak ada Roh Kudus (haus), pasti mengarah pada perempuan Babel (hancur dan binasa).

Wahyu 22 : 1, Lalu ia menunjukkan kepadaku sungai air kehidupan, yang jernih bagaikan kristal, dan mengalir ke luar dari takhta Allah dan takhta Anak Domba itu.

Kegunaan ketiga: sungai air kehidupan mengubahkan kehidupan kita sehingga kita menjadi jernih seperti kristal =
Jujur → kalau ya, katakan ya, dan tidak kalau tidak. Terutama soal TUHAN/soal pengajaran, kta harus jujur; sebab kalau kita tidak jujur = dekat dengan ekor ular dan hanya dipermainkan oleh setan
Kita diubahkan dari manusia jasmani menjadi manusia rohani dan ini merupakan mujizat yang terbesar dan tidak dapat ditiru oleh setan. Setan jika dapat bertobat, maka ia akan terlebih dahulu bertobat, sebab setan tahu bagaimana neraka dan bagaimana surga itu. Selama masih dapat dimandikan oleh air kehidupan, kita masih dapat diubahkan apapun keadaan kita. Tidak ada alasan, tinggal kita mau atau tidak. Kalau mujizat rohani terjadi, mujizat jasmani juga terjadi. Salah satu contoh adalah Lazarus yang sudah mati selama empat hari. Marta tidak mau jujur (tidak mau mengangkat batu kubur Lazarus = menutup-nutupi). Sebab kalau batu itu tidak dibuka, justru Lazarus tidak pernah bangkit sampai binasa
Percaya (iman yang tulus ikhlas). Lebih baik jujur, semuanya dibuka (jujur dan percaya). Kita mengakui bahwa kita yang bersalah dan kita yang sudah busuk, seperti dilakukan oleh Daud.
Kalau percaya dan jujur (Marta, kalau engkau percaya, engkau akan melihat kemuliaan Allah), apa yang sudah mati dan busukpun dapat dibangkitkan kembali (apa yang mustahil menjadi tidak mustahil).

Sekarang ini, TUHAN sanggup menyelesaikan semuanya kalau kita mau jujur dan percaya. Dan saat YESUS datang kembali, kita diubahkan menjadi sama mulia dengan Dia (mujizat terakhir). Mulut kita tidak salah dalam perkataan,hanya menyeru "Haleluya" untuk menyambut kedatangan YESUS kedua kali di awan-awan yang permai. Apapun keadaan kita, yang penting kita dapat hancur hati di hadapan TUHAN =

Mengakui dosa lewat pekerjaan Firman,

Rela sengsara daging tanpa dosa dan menyerah sepenuh sampai
sungai air kehidupan dicurahkan di tengah-tengah kita untuk memandikan kita.
TUHAN memberkati.

Pendeta Wijaya Hendra
Gereja Pantekosta Tabernakel Kristus Kasih


(CP)

dilihat : 580 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution