Jum'at, 06 Desember 2019 09:13:40 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520262
Hits hari ini : 1282
Total hits : 5136913
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Ancam mati 2 bulan, pendeta dipolisikan






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Rabu, 08 Januari 2014 10:30:01
Ancam mati 2 bulan, pendeta dipolisikan
MEDAN - Munson P Huta Uruk (47) warga Jalan Pematang Siantar Dusun V Desa Pagar Jati Lubuk Pakam, terpaksa melaporkan Pendeta Gereja HKBP Lubuk Pakam, SMT Manurung (53) ke Polsek Lubuk Pakam.

Laporan pengaduan yang dilakukan oleh Munson, karena jiwanya merasa terancam oleh pendeta SMT Manurung. Ancaman itu dilakukan pendeta lewat pesan singkatnya melalui telepon seluler. Menurut Munson, isi dari SMS pendeta itu adalah, ”Kau akan mati dalam dua bulan mendatang. Aku pastikan itu, dites dijamin,” ujar korban mengartikan isi sms yang dikirim dalam format bahasa Batak Toba itu.

Munson menyebutkan, dirinya tidak tahu kenapa pendeta tersebut mengancamnya lewat pesan singkat. " Aku tidak tahu kenapa pendeta itu mengancam mati saya lewat SMS sepekan lalu," aku Munson kepada awak media.

Atas pengancaman yang dilakukan oleh Pendeta SMT Manurung tetsebut, Munson pun akhirnya mengadukan ancaman mati itu, ke Polsek Lubuk Pakam dengan nomor laporan pengaduan polisi: LP/303/XII/2013/SU/Res DS/Sek/lbk Pakam tanggal 29 Desember 2013.(DAP)

sumber:
http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&view=article&id=312472:ancam-mati-2-bulan-pendeta-dipolisikan&catid=14:medan&Itemid=27

dilihat : 453 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution