Senin, 23 Juli 2018 16:35:50 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Nasakom dan Masyarakat Jejaring
Prolog revolusi Bung Karno, membangun infrastruktur kemerdekaan bangsa Indonesia, demi terciptanya kehidupan yang bermartabat



Pengunjung hari ini : 186
Total pengunjung : 407734
Hits hari ini : 1290
Total hits : 3718440
Pengunjung Online : 4
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Edi M. Pattinasarane : Draf Yang Beredar Itu Bukan Revisi, Tapi Regulasi Baru….






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Kamis, 10 November 2005 00:00:00
SURABAYA- Munculnya berbagai tuntutan agar rumah-rumah ibadah (semua agama--red) diatur dalam sebuah peraturan yang lebih adil seperti yang termaktub dalam SKB 2 Menteri itu dikhawatirkan akan mempengaruhi hubungan antar agama. Draf revisi yang telah beredar di tangan para pemimpin gereja ternyata mengguncangkan banyak kalangan.



Draf yang beredar itu secara eksplisit memuat tugas dan wewenang lembaga pemerintahan yang mana pada SKB sebelumnya tidak dimuat secara eksplisit. Untuk mengetahui respon para petinggi gereja, pustakalewi.com mewawancarai pustakalewi.com Ketua Bamag Jatim, Kol CPM (Pur) Edi Markus Patinassarane,SH,M.Si . Mantan DANPOMDAM V BRAWIJAYA 1983 – 1991 beberapa hari yang lalu berkunjung ke markas pustakalewi.com di kawasan Ketintang Surabaya.



Apa tanggapan Bapak terhadap rancangan revisi SKB 2 Menteri itu?



Menurut saya itu bukan revisi lagi tapi membuat peraturan baru, yang sebenarnya belum ada pada SKB 1/1969. Misalnya tentang Forum Komunikasi Umat Beragama(FKUB), yang memiliki peranan yang sangat besar dalam menentukan arah dan perijinan rumah ibadah. Kalau peraturan itu untuk semua umat beragama, tidak apa-apa. Tapi kalau sebuah peraturan terkesan hanya untuk satu kalangan saja seperti umat Kristen, maka hal itu perlu dipertanyakan lebih serius.



Apa di balik derasnya desakan adanya revisi SKB itu ?



Itu dilakukan, oleh banyak kalangan yang dahulu tidak diberi kebebasan oleh pemerintahan Pak Soeharto selama 32 tahun, dan setelah pak Soeharto selesai, mereka mencoba untuk menyatakan diri bahwa mereka mayoritas yang harus menentukan nasib atas minoritas, yang sudah nyata-nyata bahwa melanggar Pancasila dan UUD 1945 yang merupakan landasan kebersamaan sejak Negara ini dibangun oleh kita



Apa sikap kita sebagai umat Kristen dalam menyikapi perkembangan saat ini?



Kelemahan mendasar kita sebagai umat Kristen saat ini adalah bagaimana membangun kebersamaan yang dilandasi dengan semangat kita adalah satu tubuh. Jangan sekali-kali mengatakan bahwa saya sebagai tangan yang seharusnya lebih penting, daripada kaki, hidung, mulut, dan yang lainnya. Yang terjadi adalah kita antara anggota tubuhyang satu merasa benar dan lebih penting lebih dibandingkan dengan anggota tubuh yang lain.

Sikap kita demikian itu akan mempengaruhi konsolidasi kita ke dalam maupun upaya kita agar kita tidak dianggap orang kelas dua di negeri ini





Kalau hasil revisi SKB itu jadi diundangkan apa sikap kita pak?



Kita akan memberikan apa yang milik kaisar dan kepada Tuhan apa yang merupakan hak Tuhan.



Konkret seperti apa pak?



Peraturan itu akan berlaku seperti biasa dengan segala implikasinya, tapi bukan berarti karena peraturan itu kita lalu meninggalkan Tuhan dan lebih taat pada peraturan itu. Dikatakannya bahwa di kitab Esra tertulis bahwa zaman itu orang Kristen sangat dipersulit dalam hal beribadah kepada Tuhan. Jadi bukan saat ini saja kita dipersulit namun sejak ribuam tahun lalu seperti zaman nabi Esra, tapi yang lebih penting adalah bagaimana kita tetap setia dan dekat dengan Tuhan di saat apapun (raf)

dilihat : 340 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution