Rabu, 17 Juli 2019 19:54:16 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  

Catatan Ringan

Perkembangan Peer to Peer Lending di Indonesia
Perkembangan Peer2Peer Lending (P2P Lending), pinjam meminjam berbasis aplikasi makin subur di Indonesia. Tapi kehadirannya tentu akan menimbulkan konsekuensi positif dan negatif.



Pengunjung hari ini : 1
Total pengunjung : 520045
Hits hari ini : 2158
Total hits : 4812573
Pengunjung Online : 1
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Caleg Partai Hanura Surabaya Bedah Warung Milik Janda Miskin






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Kamis, 07 November 2013 00:00:00
Caleg Partai Hanura Surabaya Bedah Warung Milik Janda Miskin

SURABAYA - Calon anggota legislatif (Caleg) dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Daniel Lukas Rorong, menyiapkan terobosan baru menjelang Pemilu 2014 berupa program bakti sosial (baksos) "bedah warung".

Target pertama warung yang akan dibedah adalah milik Amanah (41), di Jalan Tambak Asri 182, Selasa (5/11). Amanah adalah janda miskin yang sudah dua tahun terakhir ini ditinggal mati suaminya karena sakit

Warung milih Amanah yang lokasinya di pinggir jalan raya utama di kawasan eks Lokalisasi Tambak Asri ini kondisinya memang memprihatinkan. Selain bocor sana sini pada bagian atapnya yang terbuat dari kayu dan papan triplek, kondisinya juga mau ambruk, khususnya di bagian terasnya.

Dengan terjun sendiri untuk membantu proses bedah warung, Daniel juga sibuk dan terlihat aktif, mulai dari angkat-angkat batu bata, kayu sampai mengaduk campuran semen dan pasir. Yang menarik, warga sekitar juga dilibatkan dalam pelaksanaan baksos ini.

Menurut Daniel, dirinya sengaja melibatkan warga sekitar sebagai bentuk kebersamaan dan gotong royong antar tetangga.

“Gotong royong seperti inilah yang seharusnya tetap menjadi ciri khas rakyat Indonesia,” ujar caleg DPRD Surabaya Nomer Urut 10 dari Partai Hanura yang maju dari Daerah Pemilihan 1 yang meliputi enam kecamatan (Krembangan, Bubutan, Gubeng, Genteng, Tegalsari, Simokerto) ini.

Dijelaskan Daniel, dirinya mendapatkan info tentang kondisi warung milik Amanah ini dari Karnoto, tokoh masyarakat setempat pada Minggu (3/11) pagi. Lalu pada malamnya, di hari yang sama, Daniel bersama timnya survei ke lokasi.

Setelah mendapati realita di lapangan, tanpa menunggu waktu lama lagi, dirinya bersama Karnoto berkoordinasi sama pengurus Rukun Tetangga (RT) setempat. Dan diputuskan untuk membedah warung tersebut agar lebih layak dari kondisi sebelumnya yang mau ambruk.

“Kasihan, sudah janda dengan dua anak, para pembeli juga takut untuk sekadar ngopi di warung tersebut mengingat kondisinya yang mau ambruk. Otomatis, dalam sehari, Amanah hanya mendapatkan keuntungan bersih antara Rp.10 ribu-20 ribu saja,” jelas Daniel yang sudah enam tahun ini menjadi aktifis kemanusiaan.

Tak hanya itu, penderitaan Amanah juga bertambah tatkala anak pertamanya Siti Fatimah (19) baru saja diputus kontrak kerjanya dari perusahaan jasa layanan parkir di Surabaya. Padahal, Amanah masih memiliki tanggungan pendidikan anak keduanya Nur Aini (12) yang saat ini masih duduk di bangku Madrasah tsanawiyah (disingkat MTs).

“Melihat kondisi seperti ini, saya tergerak untuk membantu meringankan beban janda miskin tersebut dengan merenovasi warung miliknya dengan harapan agar perekonomiannya sedikit membaik dikarenakan para pembeli sudah tidak takut lagi dengan ancaman ambruk lagi,” harap Daniel yang juga Ketua Bidang Sosial Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) “Persatuan Indonesia” (Perindo) Jawa Timur dan Ketua Bidang Kesejahteraan Rakyat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura Surabaya ini.

“Daripada buang-buang uang untuk membuat baliho dan atribut-atribut kampanye, mendingan saya berbuat nyata pada masyarakat melalui program bakti sosial seperti bedah warung ini,” kata Daniel yang juga Ketua “Komunitas Tolong-Menolong” ini.

Amanah sendiri merasa bersyukur dan tidak menyangka kalau warungnya akan direnovasi.

Akunya, dirinya memang memiliki impian untuk memperbaiki kondisi warungnya yang kumuh dan mau ambruk itu.

“Tapi uangnya darimana? Untuk sehari-hari saja, saya sudah berusaha entah bagaimana caranya untuk bertahan hidup dari penghasilan warung yang tidak seberapa ini,” ungkapnya.

Akhirnya, setelah menunggu dua tahun lamanya, doa Amanah pun terjawab.

“Melalui caleg dari Partai Hanura (Daniel Lukas Rorong), warung saya mengalami perbaikan. Dan sosok caleg seperti inilah yang menjadi dambaan dari rakyat kecil seperti saya ini,” lirih Amanah sambil menahan air mata.

dilihat : 436 kali


   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution