Rabu, 19 September 2018 08:41:20 | Home | Index Berita | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
--Ingin kegiatan anda kami liput? silahkan hubungi kami di 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Catatan Ringan

Pendakian Kerinci
Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini diselenggarakan oleh GMKI dari ketinggian 3805 mdpl di atap Sumatera



Pengunjung hari ini : 59
Total pengunjung : 421483
Hits hari ini : 411
Total hits : 3879332
Pengunjung Online : 7
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Ingin dekat ke Tuhan, biarawan Georgia tinggal di puncak tebing






SocialTwist Tell-a-Friend | |
Sabtu, 07 September 2013 08:52:25
Ingin dekat ke Tuhan, biarawan Georgia tinggal di puncak tebing
Seorang biarawan di Georgia, Maxime Qavtaradze, 59 tahun, telah hidup menyendiri di atas sebuah tebing tinggi di Katskhi Pillar, Distrik Chiatura, selama 20 tahun. Ketika dia ingin meninggalkan Katskhi Pillar, dia membutuhkan waktu selama 20 menit untuk menuruni tangga setinggi sekitar 40 meter.

Persediaan makanannya didapat dari pemberian para pengikutnya dengan cara ditarik menggunakan pengerek. Maxime hanya turun dua kali seminggu untuk berdoa bersama para pengikutnya, seperti dilansir surat kabar the Daily Mail, Jumat (6/9).

Maxime sendiri sebetulnya pernah bekerja sebagai operator mesin derek sebelum akhirnya memutuskan menjadi biarawan pada 1993. "Di atas sini, di dalam keheningan, Anda bisa merasakan kehadiran Tuhan," kata Maxime.

Orang yang biasa mengunjungi dia hanyalah para pendeta dan sekelompok pemuda bermasalah yang mencari hiburan di dalam biara di kaki tebing.

Seorang juru foto, Amos Chapple, yang ingin berkunjung ke pilar Maxime pada awalnya tidak diperbolehkan naik ke tebing itu. Sebaliknya, dia harus menghabiskan waktu empat hari untuk ambil bagian dalam doa harian selama tujuh jam, termasuk empat jam doa antara pukul 02.00 sampai matahari terbit.

Ketika dia akhirnya diberikan izin untuk menaiki tangga ke atas, Amos khawatir mungkin akan terlalu gelap untuk kembali ke bawah.

Setelah akhirnya naik ke atas, Maxime mengatakan kepada Amos bahwa dia menjadi seorang biarawan setelah dia dipenjara dan memutuskan ingin membuat sebuah perubahan.

Maxime mengatakan dia tidur menggunakan sebuah lemari es ketika dirinya pertama kali menetap di atas tebing itu. Namun sekarang dia memiliki tempat tidur di dalam sebuah pondok.

Tebing Katskhi Pillar digunakan oleh orang-orang Kristen untuk menetap di atas tebing itu demi menghindari godaan duniawi sampai kira-kira abad ke-15. Praktik seperti ini terhenti setelah adanya serangan dari Kekaisaran Ustmaniyah ke Georgia.

Selama berabad-abad tebing setinggi 40 meter itu ditinggalkan dan penduduk setempat hanya bisa melihat reruntuhan misterius di puncaknya.

Akhirnya, pada 1944 sebuah kelompok yang dipimpin oleh pendaki gunung Alexander Japaridze membuat pendakian untuk pertama kalinya yang didokumentasikan ke tebing itu dan menemukan sisa-sisa sebuah biara dan kerangka seorang biarawan yang telah meninggal di sana.

Tidak lama setelah runtuhnya era komunis, dan kebangkitan agama di Georgia, Maxime memutuskan untuk hidup di atas tebing itu.

"Ketika saya masih muda saya merupakan peminum alkohol, menjual obat-obatan terlarang, semuanya itu. Ketika saya akhirnya di penjara, saya tahu sudah waktunya untuk sebuah perubahan," ujar Maxime.

Pada 1993, Maxime akhirnya mengambil sumpah monastik dan mendaki tebing itu untuk memulai hidup baru.

Sejak itu, Maxime dan komunitas Kristen di daerah itu membangun sebuah tangga untuk naik ke atas tebing, membangun kembali gereja, dan membangun sebuah pondok di mana Maxime menghabiskan hari-harinya untuk berdoa, membaca, dan bersiap-siap untuk bertemu dengan Tuhan.(DAP)

sumber:
http://www.merdeka.com/dunia/ingin-dekat-ke-tuhan-biarawan-georgia-tinggal-di-puncak-tebing.html

dilihat : 312 kali


   
Copyright 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by Agiz YL Solution