Selamat Datang di www.pustakalewi.net
Jum'at, 25 April 2014 03:18:02
| Translate | | Home | Forum | About Us | Donasi | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
Doakan agar persoalan Papua dapat terselesaikan dengan baik dan damai...
Perspektif
Hans Küng
Pertengahan bulan Desember 2013, media kenamaan Jerman Der Spiegel menurunkan sebuah hasil wawancara dengan Hans Küng
Perspektif
Hans Küng
Pertengahan bulan Desember 2013, media kenamaan Jerman Der Spiegel menurunkan sebuah hasil wawancara dengan Hans Küng
Agenda
Sabtu, 11 Januari 2014
Natal Oikumene GMKI
Sabtu, 18 Januari 2014
Musical Drama & Orchestra Kantata
Sabtu, 08 Februari 2014
Seminar untuk remaja.
Selasa, 03 Juni 2014
SKGI


STATISTIK
Online :19
Hari ini :564






Situs Berita Kristen PLewi.Net -Tiap 2 Hari Ada Gugatan Cerai Kebanyakan Inisiatif dari Istri
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Kamis, 28 Maret 2013 10:55:58
Tiap 2 Hari Ada Gugatan Cerai Kebanyakan Inisiatif dari Istri
MANADO— Fenomena menarik sekaligus memrihatinkan terjadi di kehidupan rumah tangga masyarakat Manado saat ini. Data yang diperoleh koran ini, tingkat perceraian di Manado terus meningkat.

Tahun lalu, secara total Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Manado telah memutus cerai 238 pasangan. Sedangkan hingga Maret ini, PTA telah menangani 66 kasus. Itu berarti, hampir tiap dua hari ada gugatan cerai yang masuk PTA.

Dari data tersebut diketahui, istri lebih banyak menggugat cerai suami daripada sebaliknya (Lihat Grafis, red). Menurut Kepala Urusan Hukum PTA Manado Bambang Suroso SH, banyaknya istri yang menggugat cerai suami disebabkan berbagai faktor. “Di antaranya ketidakharmonisan rumah tangga, adanya pihak ketiga, dan ketidakmampuan suami menafkahi istri lahir maupun batin,” kata Bambang.

Meski begitu, sebelum diputuskan cerai, PTA menurut Bambang senantiasa memberikan kesempatan kepada penggugat dan tergugat untuk rujuk. “Hal ini dilakukan sebagai upaya menghindari perceraian,” sambungnya.

Sementara itu, data yang diperoleh dari Dinas Dukcapil Manado, ada 317 kasus perceraian yang terjadi sejak Januari 2012 hingga Maret ini. Hal ini diakui Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Manado Ventje Pontoh.

Hanya saja menurutnya, pihaknya telah berupaya menghindari terjadinya perceraian, seperti dengan retribusi perceraian yang mengalami kenaikan sebesar Rp1 juta. “Pencegahan terjadinya perceraian terus dilakukan lewat sosialisasi dan mediasi antara kedua pihak,” pungkasnya. (DAP)


sumber:
http://www.manadopost.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=121389

   
Copyright © 2005 - Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by GIS IT Solution