Sabtu, 20 Desember 2014 21:10:53 | Home | About Us | Statistik | Buku Tamu | Redaksi | Webmail | Login |  
Selamat kepada Jokowi-JK sebagai presiden terpilih. Kita doakan agar pelantikan tanggal 20 Oktober berlangsung baik..--Ingin kegiatan pelayanan anda diliput? silahkan kabari kami di 082139048191, 082139840290, twitter @pustakalewi atau email ke redaksi @pustakalewi.net. Kami siap melayani!

Perspektif

Strategi Kebudayaan
Bagi sebuah bangsa yang miskin atau tertinggal, kemakmuran atau kesejahteraan merupakan tujuan yang hendak dicapai.

Catatan Ringan

Kaum Injili dan Politik
Keberadaan kelompok-kelompok Kristen dengan dinamikannya di negara-negara dunia ketiga cukup menarik perhatian untuk dijadikan bahan studi.

Agenda

Sabtu, 06 Desember 2014
Natal Dewasa Muda Bethany
Senin, 15 Desember 2014
Ibadah Natal BAMAG Surabaya 2014







28710
Situs Berita Kristen PLewi.Net -Tiap 2 Hari Ada Gugatan Cerai Kebanyakan Inisiatif dari Istri
SocialTwist Tell-a-Friend | |
Kamis, 28 Maret 2013 10:55:58
Tiap 2 Hari Ada Gugatan Cerai Kebanyakan Inisiatif dari Istri
MANADO— Fenomena menarik sekaligus memrihatinkan terjadi di kehidupan rumah tangga masyarakat Manado saat ini. Data yang diperoleh koran ini, tingkat perceraian di Manado terus meningkat.

Tahun lalu, secara total Pengadilan Tinggi Agama (PTA) Manado telah memutus cerai 238 pasangan. Sedangkan hingga Maret ini, PTA telah menangani 66 kasus. Itu berarti, hampir tiap dua hari ada gugatan cerai yang masuk PTA.

Dari data tersebut diketahui, istri lebih banyak menggugat cerai suami daripada sebaliknya (Lihat Grafis, red). Menurut Kepala Urusan Hukum PTA Manado Bambang Suroso SH, banyaknya istri yang menggugat cerai suami disebabkan berbagai faktor. “Di antaranya ketidakharmonisan rumah tangga, adanya pihak ketiga, dan ketidakmampuan suami menafkahi istri lahir maupun batin,” kata Bambang.

Meski begitu, sebelum diputuskan cerai, PTA menurut Bambang senantiasa memberikan kesempatan kepada penggugat dan tergugat untuk rujuk. “Hal ini dilakukan sebagai upaya menghindari perceraian,” sambungnya.

Sementara itu, data yang diperoleh dari Dinas Dukcapil Manado, ada 317 kasus perceraian yang terjadi sejak Januari 2012 hingga Maret ini. Hal ini diakui Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Manado Ventje Pontoh.

Hanya saja menurutnya, pihaknya telah berupaya menghindari terjadinya perceraian, seperti dengan retribusi perceraian yang mengalami kenaikan sebesar Rp1 juta. “Pencegahan terjadinya perceraian terus dilakukan lewat sosialisasi dan mediasi antara kedua pihak,” pungkasnya. (DAP)


sumber:
http://www.manadopost.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=121389

   
Copyright © 2005 Pustakalewi.net
All rights reserved. Protected by the copyright laws of the Indonesia
hosted and developed by GIS IT Solution